Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti. /Ist-Diskominfo
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja mengklaim bakal tetap menerapkan protokol tetap (protap) seperti di masa PPKM level 3 meski wilayahnya mengalami penurunan menjadi level 2 dalam perpanjangan PPKM. Hal ini dilakukan agar pengendalian kasus tetap terjaga dan mengantisipasi terjadinya lonjakan akibat sejumlah aturan yang dilonggarkan di masa PPKM level 2.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan (prokes) meski wilayah DIY telah berstatus PPKM level 2. Selain itu, Pemkot diklaimnya bakal melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 seperti di masa PPKM level 3 baik itu vaksinasi, mobilitas maupun pelacakan pasien Covid-19.
"Harapan kami seluruh warga dan instansi pemerintah tetap menjaga DIY dan Kota Jogja untuk mematuhi tiga hal tadi, vaksinasi, mobilitas dan juga prokes. Karena dengan itu bakal tidak ada kejutan kalau kita tidak bisa mengontrol daripada kerumunan orang, sehingga nanti yang muncul adalah potensi Covid-19 yang meningkat lagi," katanya, Selasa (19/10/2021).
Haryadi mengaku, status penurunan level tentu berdampak pada sejumlah aturan dan juga kegiatan-kegiatan di masyarakat yang cenderung lebih dilonggarkan. Sehingga, pihaknya akan tetap berhati-hati dalam mengizinkan berbagai kegiatan termasuk pembukaan objek wisata. Sebab, pandemi Covid-19 masih ada dan tetap berpotensi menular jika tidak diiringi dengan prokes yang ketat.
"Walaupun level 2 penjagaannya itu tetap level 3 dan kita akan sangat hati-hati dalam membuka kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan. Jadi jangan seolah-olah sudah tidak ada Covid-19, kemana-mana tidak pakai masker dan kumpul-kumpul, itu yang mesti kita jaga," ungkapnya.
BACA JUGA: Belum Ketemu, Harun Masiku Diduga Dilindungi Kekuatan Besar
Pemkot Jogja juga mengaku was-was dengan adanya penurunan level ini. Musababnya, dengan status PPKM level 3 saja, wisatawan dan sejumlah fasilitas publik kerap ramai saat akhir pekan. "Tapi terus terang saja, kami pemerintah merasa was-was, di level 2 nanti seperti apa sementara di level 3 saja ramainya minta ampun, hari ini hotel penuh semua coba cek. Harapan saya begitu, bagaimana masyarakat bisa memahami dan jangan lengah terhadap penurunan level," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny