Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Petugas BPBD Gunungkidul saat meninjau lokasi rumah ambruk di Dusun Karanganom I, Ngawis, Karangmojo. Selasa (2/11/2021)/Foto istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur pada Senin (1/11/2021) sore mengakibatkan rumah ambruk di Dusun Karanganom I, Ngawis, Karangmojo, Gunungkidul. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, rumah ambruk di Dusun Karanganom terjadi pada kemarin petang. Diduga peristiwa ini terjadi karena bagian rumah kayu rumah lapuk. Akibatnya saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang membuat bangunan tersebut ambruk.
“Meski rumahnya rusak, Surip selaku pemilik selamat dan tidak mengalami luka sama sekali,” kata Edy kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).
Hasil pendataan dari BPBD kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp15 juta. Upaya kerja bakti untuk perbaikan telah dilakukan dan BPBD juga sudah memberikan bantuan logistik kepada korban. “Bantuan Sudah kami kirimkan,” katanya.
Baca juga: Kendaraan Dinas Pemkab Bantul Tiba-tiba Dikumpulkan di Lapangan Trirenggo, Ada Apa?
Menurut dia, Gunungkidul sudah mulai memasuki musim hujan. Meski baru awal, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana, salah satunya angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang atau pun rumah ambruk.
Adapun potensi lisus tersebar merata di seluruh wilayah Gunungkidul. Guna mengurangi risiko ini, masyarakat bisa melakukan antisipasi dengan membersihkan lingkungan sekitar rumah. Salah satunya dengan memotong atau memangkas dahan pohon yang telah lapuk atau rimbun.
“Kunci antisipasi adalah dengan mengenali bahayanya dan kurangi risikonya dengan melakukan tindakan nyata,” katanya.
Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan yang turun diprediksi di atas normal. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana sejak awal musim hujan ini.
“Potensi curah hujan lebih tinggi dibandingkan yang turun di tahun lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
AC Milan kalah 0-2 dari Benfica di matchday pertama Liga Europa 2026-2027. Gol Lukebakio dan Kaminski bawa Benfica puncaki klasemen.
Susunan pebalap MotoGP 2027 semakin lengkap setelah Senna Agius bergabung dengan KTM Tech3. Cek daftar sementara dan dua kursi Honda yang masih kosong.
AS mengusulkan Ban Artificial Superintelligence Act yang melarang pengembangan AI superinteligensi dan mengancam pelanggar dengan penjara hingga 20 tahun.
Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Nepal di Asian Games 2026, Kamis 17 September. Simak jadwal dan siaran langsung TVRI pukul 17.20 WIB.
Prakiraan Cuaca Jogja Kamis 17 September 2026, Suhu Capai 33 Derajat