Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja bakal segera menerapkan layanan tes usap ramah anak dan lanjut usia (lansia) guna mengoptimalkan 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).
Tes usap yang selama ini digunakan yakni dengan pengambilan sampel dari hidung dan tenggorokan disebut kurang nyaman bagi anak dan lansia sehingga dikhawatirkan menghambat upaya pemeriksaan atau testing.
"Kami lagi cari juga alat swab atau PCR yang ramah kepada anak dan lansia yang menggunakan air liur dan tidak perlu dicolok lagi, kalau anak dicolok kan pengalaman yang tidak bagus bagi mereka dan nantinya mereka juga jadi takut kalau dilakukan tes," ujar Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, Kamis (18/11/2021).
BACA JUGA: Pembunuh Perempuan yang Ditemukan di Jalan Kaliurang Masih Misterius
Haryadi mengatakan, penerapan layanan ini nantinya menyasar para pelajar sekolah dan para lansia. Pihaknya tengah mengupayakan agar ketersediaan alat tes rampung dan bisa digunakan dalam waktu dekat. Upaya ini juga sebagai salah satu cara dalam mengendalikan pandemi Covid-19 di wilayah setempat. Sebab, munculnya klaster sekolah di sejumlah tempat di DIY belakang ini membuat Pemkot Jogja khawatir akan menyebar ke sekolah lain di tempatnya.
"Ini sedang kita kembangkan dan cari barangnya, mudah-mudahan sudah dapat izin dari otoritas kesehatan supaya bisa operasi ini yang metode air liur," kata Haryadi.
Di beberapa daerah, layanan tes usap dengan metode ini telah digunakan. Layanan ini disebut dengan PCR Saliva Based Testing yang menggunakan alternatif tes PCR berbasis air liur. Tingkat akurasinya pun disebut tak berbeda jauh dengan layanan tes usap dengan metode pengambilan sampel dari hidung dan tenggorokan. Namun sedikit berbeda, sebelum melakukan pemeriksaan PCR berbasis saliva diwajibkan untuk berpuasa makan dan minum selama satu jam.
"Kebutuhannya tentu seluruh pelajar. Baik yang penduduk Jogja maupun yang non Jogja atau aktivitas di Jogja. Termasuk juga pelajar tadi," jelas Haryadi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, penggunaan alat ini nantinya sangat berguna dalam meningkatkan angka testing khususnya bagi anak dan lansia. Melandainya kasus Covid-19 di wilayah setempat sejak beberapa bulan terakhir disebut Emma mesti pula diiringi dengan peningkatan testing agar penanganan pandemi Covid-19 kian optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.