Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Menghadapi musim hujan ditambah dengan adanya La Nina yang membuat intensitas hujan semakin besar tahun ini, peternak diharapkan lebih memperhatikan hewan ternaknya dan mewaspadai sejumlah penyakit yang bisa menyerang.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Supramono, menjelaskan para peternak ruminansia dan unggas harus lebih waspada, karena musim hujan memungkinkan untuk muncul beberapa penyakit dan gangguan fisik pada ternak. “Antara lain traumatik, demam pada ternak ruminansia, kembung dan diare, cacingan, serangan lalat dan stress,” ujarnya, Jumat (19/11/2021).
Upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi pada ternak dan lingkungannya dapat dilakukan dengan pemberian vitamin terutama vitamin C dan E serta elektrolit, penyediaan termometer ruangan pada peternakan unggas sehingga apabila terjadi penurunan suhu pada lingkungan kandang bisa segera di atasi dengan penyediaan alat pemanas cadangan.
BACA JUGA: Data 19 November 2021: Covid-19 di DIY Hanya Bertambah 16 Kasus, Terbanyak Bantul
Kemudian pemasangan tirai pada kandang untuk dapat mengurangi penurunan suhu yang ekstrim dan menghambat tiupan angin, memperbaiki kualitas pakan untuk mendukung stamina ternak, menghindari memberikan langsung pakan hijauan pada ternak yang dipanen pada saat rumput masih basah karena akan beresiko latva cacing masih menempel pada rumput bagian atas.
“Diperlukan pula pengecekan ketersediaan air bersih, kebersihan kandang dan lingkunganya, pemeriksaan fisik banguna kandang, pengamatan fisik ternak untuk deteksi dini munculnya perubahan kondisi atau status kesehatan ternak serta peningkatan imunitas ayam melalui vaksinasi,” ungkapnya.
Adapun untuk pembudidaya ikan, langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan panen lebih awal untuk ikan yang sudah siap panen, melakukan pembersihan saluran air dan perbaikan kolam agar kolam menjadi kuat terhadap gempuran arus air serta meningkatkan kewaspadaan kelompok terhadap banjir yang bisa secara tiba-tiba datang.
Pembudidaya juga bisa mengurangi padat tebar dan meningkatkan ketahanan ikan dengan memberikan prebiotic, vitamin serta obat-obatan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ikan. “Hal ini dilakukan karena La Nina akan berakibat pada perubahan suhu yang mendadak, perubahan salinitas atau keasaman air dan ada kemungkinan akan membawa berbagai penyakit baik bakteri, virus dan jamur,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja, Reni Kraningtyas, mengatakan ditandai dengan adanya anomali suhu muka laut Pasifik Tengah melebihi ambang batas kejadian Lanina, -0,63 derajat celcius. Kemudian pada akhir Oktober, suhu muka laut tersebut semakin minus menjadi -0,83 derajat celcius.
Fenomena ini akan berdampak pada penambahan intensitas curah hujan. Kalau ada fenomena Lanina yang terjadi berbarengan masuknya awal musim penghujan, penambahan intensitas hujan mencapai 60% dibanding curah hujan normal atau rata-rata. “Jika fenomena ini berlanjut sampai Desember-Februari penambahan intensitas curah hujan fluktuatif, 20-60 persen dari intensitas normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.