Pilur Serentak Gunungkidul, 91 Calon Bertarung di 31 Kalurahan
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat hingga awal November 2021 ada delapan kasus leptospirosis. Tiga pasien meninggal dunia.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonosis, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Musiyanto, mengatakan kasus leptospirosis naik turun setiap tahun. Kasus tertinggi terjadi pada 2017 dengan jumlah 64 kasus dengan korban meninggal dunia 16 orang.
BACA JUGA: Siskaeee Lakukan Ekshibisionisme, Bandara YIA Merasa Dirugikan
Adapun di tahun ini, hingga awal November sudah ada delapan kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang. “Kejadiannya Juni dan Juli lalu. Untuk November ini kami sedang menyelidik dua kasus suspek,” kata Musiyanto, Jumat (3/12/2021).
Dia menjelaskan, untuk peta sebaran kasus didominasi di wilayah Utara Gunungkidul. Meski demikian, seluruh masyarakat diminta mewaspadai ancaman penyakit ini karena ada potensi peningkatan pada saat musim penghujan.
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebarkan oleh hewan, salah satunya air kencing tikus. Potensi persebaran akan semakin besar apabila seseorang memiliki luka di tubuh, khususnya bagian tangan dan kaki. Pasalnya, bakteri tersebut dapat masuk dan berkembang di kulit yang mengalami luka terbuka. “Memang harus diwaspadai,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan persebaran leptospirosis harus diwaspadai. Hal ini dikarenakan persebaran tidak hanya di wilayah yang basah atau di area pertanian.
Menurut dia, potensi persebaran juga erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan.
Dewi pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan cuci tangan menggunakan sabun. “Kami akan terus sosialisasikan ke masyarakat akan pentingnya penerapan pola hidup bersih sehat,” katanya.
BACA JUGA: Pemuda di Kalasan Meninggal Dunia karena Dianiaya
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Fitria Puspita Wardani mengatakan, area pertanian menjadi salah satu tempat yang bisa menjadi penyebab persebaran leptospirosis.
Guna menghindari penyakit ini, petani diimbau untuk beraktivitas di sawah saat sudah terbit Matahari karena bakteri tidak tahan dengan hawa panas.
“Yang tak kalah penting juga harus gunakan alat perlindungan diri saat beraktivitas. Untuk pencegahan, kami akan terus melakukan sosialisasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.