Lelang Cabai Digital Bantu Petani Bantul Hindari Harga Tengkulak
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Sejumlah pekerja rumah tangga melukis mural di Jembatan Kewek sebagai upaya protes agar RUU PPRT segera disahkan oleh DPR RI, Rabu (15/12/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Belasan pekerja rumah tangga menggelar aksi melukis mural di Jembatan Kewek, Jogja, untuk mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT). Pekerja rumah tangga menyebut pengesahan RUU PPRT sangat penting guna memberikan perlindungan setelah 17 tahun tertunda pembahasannya.
Wakil Ketua Serikat Tunas Mulya Jogja Yuli Maheni mengatakan aksi serupa juga dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Para pekerja rumah tangga menganggap aturan hukum untuk melindungi pekerjaan mereka geluti sangat penting untuk memberikan rasa keadilan, keamanan dan jaminan pemenuhan hak. Sebab, tidak sedikit pekerja rumah tangga yang menjadi korban kekerasan dan menerima upah minim.
BACA JUGA: Ini Penampakan Vila yang Dijual Seharga Rp7,4 Triliun
Menurut catatannya, sepanjang 2019-2021 ini telah ada tiga laporan kekerasan yang dialami oleh pekerja rumah tangga di wilayah Jogja. Selain kekerasan fisik i, pekerja rumah tangga juga rentan dipecat sepihak oleh majikan. Bahkan dengan tanpa kesalahan apapun. "Kalau tidak salah 2011-2012 saat SBY menjabat, RUU PPRT akan segera ditindaklanjuti. Tapi sampai saat ini tidak ada hasilnya," kata Eni, Rabu (15/12/2021).
Aksi itu sengaja digelar cukup berbeda. Selain melukis mural dengan berbagai aspirasi yang dirasakan pekerja rumah tangga selama menjalani profesi, mereka juga membawa sejumlah ayakan beras dan setrika yang digantung sebagai simbol bahwa profesi itu juga perlu dilindungi oleh negara.
BACA JUGA: PKL Malioboro Direlokasi Januari 2022, Belum Ada Retribusi di Tempat Baru
Selain menyoroti soal payung hukum, pekerja rumah tangga juga meminta agar pemerintah memperhatikan upah para pekerja rumah tangga. Selama ini, Eni menyebut bahwa pembayaran upah bagi pekerja rumah tangga masih mengacu pada durasi kerja dengan nominal bayaran yang minim. Sebagai gambaran, pekerja rumah tangga yang berstatus pekerja penuh waktu disebut dia hanya mendapat gaji senilai Rp900.000 sampai Rp1,5 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.
Kementerian Imipas mengungkap miras dan fasilitas mewah di Lapas IIA Cibinong merupakan milik narapidana kasus korupsi Jimmy Masrin.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Pemerintah dan DPR memfinalisasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang direncanakan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Krisis air akibat kemarau diperkirakan masih membayangi sejumlah wilayah RI hingga November 2026. Kementerian PU menyiapkan mitigasi.