CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Petugas BBPOM DIY melakukan uji laboratorium terhadap ikan teri medan yang dijual di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Senin (15/4/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DIY melakukan sidak di sejumlah toko swalayan di Gunungkidul, Rabu (29/12/2021). Adapun hasilnya, petugas menemukan makanan teri berformalin dan banyak produk yang tak dilengkapi dengan izin edar.
Kepala BBPOM DIY Dewi Prawitasari mengatakan, sidak dilakukan merupakan bagian dari intesifikasi pengawasan pada saat Natal dan tahun baru. Untuk lokasi di Gunungkidul, sidak dilaksanakan di toko swalayan di Kapanewon Patuk dan Wonosari.
Dia menjelaskan, dalam pemantauan ini menemukan sejumlah produk yang tak layak edar maupun konsumsi. Sebagai contoh di swalayan di Sambipitu, Patuk, petugas menemukan teri berformalin. Selain itu, ada juga temuan susu kental manis tak layak jual.
“Di Kapanewon Wonosari juga ada temuan barang-barang yang telah kedaluarsa, tapi tetap dijual,” katanya, kemarin.
Dewi menjelaskan, produk yang telah kedaluarsa meliputi produk pangan hingga kosmetik. Pengecekan dilakukan melalui aplikasi resmi yang dimiliki BBPOM.
BACA JUGA: Ban Baru Terasa Licin, Ini Sebab & Cara Mengatasinya
“Hasil pemeriksaan banyak yang masa berlaku porduk sudah berakhir di 2020,” katanya.
Adanya temuan ini, Dewi meminta kepada pengelola swalayan untuk mengembalikan produk tersebut ke distributor. Upaya pembinaan juga dilakukan agar pengelola lebih teliti dalam menerima produk yang akan dijual. “Meski ada temuan, tapi untuk Gunungkidul menjadi wilayah yang paling sedikit ada temuannya,” katanya.
Ditambahkan dia, sejak 20 Desember lalu, BBPOM menggencarkan pemeriksaan ke seluruh kabupaten kota di DIY. Total ada 20 lokasi yang telah didatangi hingga sekarang. “Pemeriksaan sebagai upaya memastikan produk-produk yang dipasarkan aman dan layak digunakan,” katanya.
Manajer Swalayan Pamela 9 Wonosari, Ngatno saat dikonfirmasi kemarin mengaku tidak mengetahui persis mengenai masalah izin edar tersebut. Ia berdalih, produk yang jadi temuan kebanyakan berasal dari UMKM.
Ia berharap mitra pelaku UMKM untuk memastikan izin edar produknya tetap berlaku. Ngatno pun berjanji akan lebih teliti lagi berkaitan dengan masalah izin edar produk yang dipasarkan teknis dari izin edar produk ini.
“Kami akan berhati-hati dan ini bukan suatu kesengajaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.