Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Klithih adalah istilah yang dipakai warga Jogja untuk menyebut kekerasan jalanan oleh remaja. Sasaran kekerasan ini biasanya acak. Penyebab klithih, menurut sosiolog UGM, berasal dari berbagai faktor.
Dosen Sosiologi Fisipol UGM, Wahyu Kustiningsih, menjelaskan fenomena klithih tidak bisa lepas dari konteks sejarah, yang diawali dari geng anak SMA di Jogja. “Secara historis pasti terkait, artinya bisa jadi klithih itu muncul lagi. Ini bisa dimaknai sebagai bagian dari kenakalan remaja, dan jangan heran di masa depan pasti akan muncul kembali,” ujarnya, Selasa (4/1/2022).
BACA JUGA: Pasang Baliho Solo Aman di Jogja, Gibran Bantah Terkait Klithih
Klithih menurutnya adalah label tindakan walaupun sebenarnya secara teori, klithih adalah bagian dari kenakalan remaja sehingga butuh banyak upaya untuk memberantasnya.
“Tidak lagi sekadar menangkap pelakunya dan kemudian selesai urusan, tetapi karena ini kenakalan remaja maka ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan. Pelaku tertangkap bisa jadi belum ada penyesalan, sebab jika ini kenakalan remaja maka ini menyangkut soal exercise power,” katanya.
Ada banyak penyebab munculnya klithih di Jogja yang melibatkan anak-anak remaja. Salah satunya semakin terbatasnya ruang publik sebagai arena ekspresi.
Jika dahulu ruang publik begitu luas, kini berkurang cukup banyak. Belum lagi persoalan pandemi yang terjadi saat ini ketika orang harus berjarak dan akhirnya memaksa orang mau tidak mau harus beralih dengan teknologi untuk berinteraksi.
“Jadi, ruang yang sudah berkurang semakin berkurang lagi saat ini. Orang pun akan semakin jauh dari masyarakat. Mereka membentuk dunianya yang semakin terasing dari masyarakatnya karena mereka sudah asyik dengan komunitasnya yang bisa terhubung secara virtual dan sebagainya,” katanya.
Ia mengatakan anak nakal di sebuah lingkungan harus dirangkul dan tidak dilabeli sebagai anak nakal. Jika dilabeli, mereka pun merasa teralienasi dari komunitas dan kemudian membangun komunitas sendiri tempatmereka bisa eksis.
BACA JUGA: Datangi Fans Persis, Suporter PSIM Bentrok dengan Jukir Beringharjo, 1 Orang Ditangkap
“Melakukan gerakan merangkul bersama secara lebih masif, ibu PKK membahas bagaimana pengasuhan anak zaman sekarang sebagai upaya mengurangi risiko anak muda melakukan tindakan negatif. Karang taruna melalui kegiatan positif dan produktif yang bisa mengakomodasi anak muda, demikian juga bapak-bapak bahas isu pengasuhan dan lain-lain," katanya.
Poskamling di masa pandemi yang mulai berkurang diaktifkan kembali agar anak muda yang suka nongkrong diajak beraktivitas menjaga keamanan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pemkab dan DPRD Gunungkidul merampungkan revisi Perda Pajak dan Retribusi dalam 14 hari untuk menghindari sanksi dari Kemendagri.
Warga dari 15 pedukuhan menggelar kirab budaya HUT ke-80 Sidomulyo dengan swadaya, melibatkan hampir 1.500 peserta.
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi sepakat memperkuat industri pertahanan, pendidikan militer, dan investasi strategis kedua negara.
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
MotoGP Mandalika 2026 menarik lebih dari 157.000 penonton. Erick Thohir optimistis target perputaran uang Rp5 triliun dapat tercapai.