Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski kasus positif Covid-19 dari kalangan siswa sekolah terus bermunculan, Dinas Pendidikan Sleman tetap menerapkan Pembelajaran tatap muka (PTM) 50%. Bagi sekolah yang ada siswa positif, puskesmas diminta untuk memberi rekomendasi kebijakan pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menjelaskan sampai saat ini memang ada beberapa sekolah yang melaporkan temuan kasus positif, meski jumlah siswa yang terpapar hanya satu sampai dua orang. “Saya minta koordinasi dengan puskesmas,” ujarnya, Kamis (17/2/2022).
Dengan berkoordinasi dengan puskesmas setempat, sekolah akan menentukan tindak lanjut dari temuan kasus positif. “Kalau mungkin perlu tracing berapa orang, itu kan ditentukan puskesmas. Lalu harus PJJ [pembelajaran jarak jauh] atau tidak,” katanya.
Sekolah bisa saja tetap melanjutkan PTM jika memang kasus positif dan hasil tracing hanya satu orang saja. Namun jika temuan kasus positif cukup banyak, maka diberlakukan PJJ.
Pihaknya memberikan kewenangan kepada sekolah untuk PJJ atau tetap PTM 50% asalkan sudah mendapat rekomendasi dari puskesmas.
BACA JUGA: Ruas Tol Jogja Bawen di Selokan Mataram Diperlebar, 144 Bidang Lahan Baru Terkena Perluasan
Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan PTM 50% sebenarnya sudah berjalan dengan baik. dengan hasil evaluasi ini, maka saat ini Dinas Pendidikan Sleman belum berencana untuk mengubah kebijakan PTM 50%.
Meski demikian, munculnya kasus positif menurutnya tidak hanya faktor dari sekolah saja, tapi juga dari luar, khususnya keluarga. “Kalau ada warga sekolah itu pelaku perjalanan dari luar daerah, saya minta untuk memastikan sehat sebelum masuk. Paling nggak dengan swab,” katanya.
Walau banyak ditemukan kasus positif di kalangan guru dan siswa, ia memastikan semuanya dalam kondisi baik, tidak bergejala atau bergejala ringan. “Beberapa yang laporan awal-awal itu sudah sehat semua, sudah kembali melaksanakan PTM,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, mengatakan sejak pelaksanaan PTM awal tahun ini, di Sleman muncul sebanyak 22 klaster dari lingkungan sekolah. Kebanyakan munculnya kasus bermula dari keluarga.
“Sekolah paling banyak menjadi klaster penularan Covid-19. Ada 22 klaster sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Klaster sekolah ini rata-rata berasal dari keluarga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.