Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro saat menyerahkan minyak ke warga dalam operasi pasar yang diselenggarakan Rabu (2/3/2022)./Istimewa-Dinas Perdagangan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sebanyak 18.000 liter minyak goreng seharga Rp14.000 per liter sudah digelotorkan ke Gunungkidul untuk operasi pasar. Meski demikian, hingga sekarang kebijakan satu harga dari Pemerintah Pusat belum efektif berlaku di masyarakat. Harga di pasaran masih ditemukan tinggi atau mahal.
Kepala Seksi Distribusi, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan, total 18.000 liter minyak goreng sudah didistribusikan ke masyarakat. Jumlah ini masih bisa bertambah karena Jumat (4/3/2022) atau hari ini kembali menambah kuota sebanyak 1.200 liter untuk operasi pasar.
“Untuk yang 18.000 sudah habis. Besok [hari ini] kami ambil 1.200 liter untuk operasi lagi,” kata Sigit, Kamis (3/3/2022).
Menurut dia gelontoran belasan ribu liter minyak goreng ini sebagai upaya menyetabilkan harga serta mengikuti aturan Pemerintah Pusat dengan Harga Eceran Tertinggi Rp14.000 per liter. Meski demikian, Sigit mengakui, langkah ini belum efektif karena harga jual masih tinggi.
Dia mencontohkan, untuk harga di toko modern dan swalayan sudah bisa mengikuti aturan dari Pemerintah. Hanya saja, untuk pasar tradisional masih belum bisa karena harga jual di kisaran Rp16.000-19.000 per liter.
Sigit menilai, masih tingginya harga minyak dikarenakan distribusi stok yang terbatas. Sebagai dampaknya, pedagang harus mengantre mendapatkan barang untuk kembali dijual ke masyarakat.
“Untuk menyetabilkan harga, operasi pasar akan terus dilakukan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniatoro. Menurut dia, operasi pasar tidak difokuskan di satu titik karena pelaksanaan disebar di berbagai wilayah.
Sebagai contohnya, selama dua hari (1-2 Maret 2022) dilakukan operasi pasar minyak goreng sebanyak 6.000 liter. Adapun lokasinya dilakukan di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari; Girikarto di Kapanewon Panggang. Sedangkan dua lokasi lain di Kalurahan Giriharjo, Panggang dan Kalurahan Pringombo, Rongkop.
“Harganya Rp14.000 per liter. Namun pembelian warga dibatasi maksimal dua liter,” kata Kelik.
Dia menjelaskan, pelaksanaan operasi pasar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY serta Perum Bulog DIY. “Harapannya dengan operasi ini bisa mengatasi kelangkaan minyak di pasaran,” katanya.
Terpisah, salah seorang pedagang kelontong di Pasar Candirejo, Semin, Sudarti mengatakan, harga minyak goreng masih tinggi dan belum bisa mengikuti aturan dari Pemerintah Pusat. “Harganya sudah mahal. Jadi, tidak mungkin menjual sesuai anjuran pemerintah karena bisa rugi,” katanya.
Dia berharap agar pasokan bisa stabil sehingga tidak ada kelangkaan di pasaran. “Sejak ditetapkan kebijakan satu harga, minyak goreng sulit ditemukan di pasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Di tengah pergerakan harga emas yang fluktuatif, Pegadaian menghadirkan solusi investasi yang aman dan terencana melalui produk Cicil Tabungan Emas.
Persija resmi mendatangkan Alexander Jeremejeff untuk dua musim. Striker Swedia itu membawa pengalaman Eropa dan ketajaman di lini serang.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membuka exclusive presale tiket Andrea Bocelli “Romanza - 30th Anniversary World Tour” melalui tiket.com
Karhutla dan kabut asap mengganggu penerbangan di Kalimantan. Simak daftar bandara, rute, penumpang terdampak, dan perubahan jadwalnya.
Festival Prawirotaman 2026 menjadi ruang bagi desainer dan pembatik muda Jogja untuk menunjukkan karya mereka kepada publik