Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG Karo, Ikan Tak Dimasukkan Freezer
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Kompleks situs Mantup, Banguntapan, Bantul, Selasa (15/3/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah situs bersejarah masih tersimpan di tengah sawah tepatnya di Kampung Sampangan, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Situs di bawah pengawasan BPCB DIY ini bernama situs Mantup yang merupakan tempat ritual pernikahan di masa lampau.
Situs ini sebenarnya mudah diakses. Dari Jalan Wonosari maupun Jalan Majapahit atau Ringroad Timur. Hanya saja, memang tidak banyak masyarakat yang mengetahui situs ini. Kebetulan, dari Jalan Raya situs ini telah tertutup bangunan seperti keberadaan kafe hingga beragam industri kreatif di seputaran kampung tersebut.
"Saya kebetulan baru pertama kali melihat ini," kata salah seorang pengunjung yang menyempatkan menengok situs yang terpagar itu, Selasa (15/3/2022).
Berdasarkan papan informasi yang tertulis di Kompleks Situs Mantup, situs ini pertama kali ditemukan pada 25 Juni 1991 oleh 15 orang pekerja yang sedang menggali tanah milik seorang warga bernama Sumiyanto. Ketika itu penduduk sedang mengadakan penurunan permukaan tanah sawah untuk memudahkan pengairan yang berada di kedalaman 1,4 meter yang sekarang stratigrafi tanahnya menunjukkan adanya lapisan vulkanik mmebuktikan bahwa situs ini pernah terkena lahar akibat aktivitas gunung Merapi.
Situs mantup terdiri atas tiga bangunan berukuran kecil yang berjajar dari utara ke selatan dengan arah ke barat. Bangunan pertama terletak di utara berukuran 250x250x175 cm. Bangunan kedua di tengah berukuran 228 x 228 x 200cm dan ketiga di selatan dengan luas 216 x 216 x 158 cm, berada di kedalaman 1,4 meter.
Pada bangunan terdapat arca kalyanasundaramurti yang berukuran 70x35x20 cm terbuat dari natu andesit. Arca ini telah diamankan di Kantor BPCB DIY. Arca ini menggambarkan laki dan perempuan dalam posisi bergandengan tangan yang diduga merupakan penggambaran perkawinan Ciwa dan Parwati.
Fungsi situs ini sebagai tempat untuk melangsungkan upacara perkawinan dalam suatu bangunan suci dimaksudkan untuk memperoleh berkah dari dewa yang diarcakan dalam bentuk bangunan suci. Bentuk tubuh dan atap situs mantup tidak diketahui lagi karena reruntuhan.
Sisa bagian kaki situs dengan batu polos, situs ini tidak memiliki ornamen atau seni hias. Adanya arca menunjukkan bahwa sifat keagamaan situs ini merupakan Hindhu khususnya pemuja dewa Ciwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
KPK menyegel ruang rektor dan wakil rektor Unsoed. Kampus menyebut belum mendapat informasi resmi terkait perkara yang ditangani KPK.
Skandal KFA dan dugaan layanan seksual untuk wasit asing kembali mencuat. Polisi Korea Selatan menyebut perkara telah kedaluwarsa.
Pemegang paspor Indonesia bisa menikmati fasilitas Visa on Arrival di puluhan negara. Berikut daftar negara VoA untuk WNI berdasarkan Passport Index 2026.
KPK meralat nama wakil rektor Unsoed yang terjaring OTT. Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno disebut ikut diamankan.
Daftar mobil listrik murah 2026 mulai Rp150 jutaan, lengkap dengan harga, jarak tempuh, kelebihan, dan tips sebelum membeli.