Jumlah Andong Malioboro Berkurang Lebih dari 100 Gara-gara Masalah Ini

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 29 Maret 2022 20:27 WIB
Jumlah Andong Malioboro Berkurang Lebih dari 100 Gara-gara Masalah Ini

Andong di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020)./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah kusir andong di tempat wisata Malioboro, Kota Jogja, berkurang sekitar 100 dalam dua tahun terakhir. Banyak andong yang dijual karena kusir tak kuat menghadapi pandemi yang membuat wisatawan jarang berkunjung.

BACA JUGA: Aturan Larangan Skuter Listrik di Malioboro Selesai Sebelum Ramadan

Ketua Paguyuban Kusir Andong DIY Purwanto mengatakan mengatakan sejak empat bulan terakhir, kusir andong mulai menggeliat seiring banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Namun, aktivitas mereka belum pulih sepenuhnya seperti sedia kala saat pandemi belum datang.

“Tapi 99% kusir andong sudah mulai bekerja kembali,” katanya.

Menurut Purwanto, ada sekitar 100 kusir yang memilih tidak lagi menjadi kusir karena kuda berikut andongnya dijual. Sebab, para kusir tidak mampu merawat kuda selama pandemi Covid-19.

“Yang aktif sekarang 387 andong. Ada kusir yang meninggal dunia, ada yang kudanya dijual, ada kuda yang mati, ada kusir yang pusing engga punya uang untuk makani kuda, padahal biaya hidup kuda mahal,” ucap Purwanto.

BACA JUGA: Skuter Listrik Dilarang di Malioboro, Pemkot Akan Carikan Tempat Baru

Biaya memberi makan kuda penarik andong Malioboro dalam sehari antara Rp50.000 dan Rp60.000. Biaya itu hanya untuk pakan, belum termasuk biaya perawatan kesehatan seperti jamu atau pijat ketika kuda lelah. “Kalau tidak ada pemasukan sama sekali repot,” ujanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online