Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Polisi menunjukkan barang bukti berupa celurit yang dibawa oleh pelaku, di Polsek Gamping, Selasa (5/4/2022)-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN--Dugaan kasus kejahatan jalanan kembali terjadi di Sleman, kali ini di Jalan Umum Patran, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (5/4/2022) dini hari. Dua orang berhasil diamankan beserta celurit yang dibawa, satu orang melarikan diri.
Kapolres Sleman, AKBP Achmad Imam Rifai, menjelaskan kejadian ini berlangsung pada Selasa (5/4/2022) pukul 02.30 WIB, dengan pelaku tiga orang berboncengan dengan satu motor PCX warna merah. “Kami mengamankan dua orang dari terduga tiga pelaku. Namun kita sedang dalami untuk peran masing-masing,” ujarnya.
BACA JUGA: 15 Kasus Kejahatan Jalanan Terjadi di Jogja Sepanjang 2021
Dua pelaku yang diamankan yakni JH, 16, warga Kapanewon Gamping dan BAW, 20, warga Kasihan, Bantul. BAW saat ini dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping, karena mengalami luka di bagian kaki kiri saat terjatuh dari motor.
Ia menjelaskan kronologi penangkapan bermula ketika warga mencurigai adanya aktivitas mencurigakan dari tiga pemuda yang berboncengan dengan satu motor di waktu dini hari. Warga pun mengejar pelaku hingga motornya terjatuh di di Jalan Umum Patran, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping.
Dua pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku, F, 18, berhasil melarikan diri. Mendapat laporan ini, petugas yang sedang berpatroli mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan pelaku dan pemeriksaan. Dari tangan pelaku diamankan senjata tajam berupa celurit.
“Untuk motif memang sedang kami dalami, yang bisa kami pastikan dari perkenaan unsur dari pasal Undang-undang darurat ini adalah bahwa yang bersangkutan bukanlah orang yang sesuai dengan profesinya berhak ataupun berkepentingan untuk membawa senjata tajam tersebut,” ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Ronny Prasadana, menjelaskan satu pelaku yang berhasil melarikan diri merupakan residivis kasus pembacokan di Bugisan, Bantul. Polisi pun saat ini sedang memburu pelaku tersebut.
“Jadi maksud saya agar segera menyerahkan diri atau kami cari. Jadi inisial F ini segera menyerahkan diri atau kalau tidak, kami cari. Ini dia masih dalam perburuan. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat setelah hilang kontak tiga hari di perairan Banggai dan terdampar di Sulawesi Utara.
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
Desa Wisata Sasak Ende menghadirkan kehidupan tradisional Sasak lewat rumah adat, Gendang Beleq, Peresean dan aktivitas warga.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.