Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Truk terjebak lahar hujan di sungai Boyong, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kamis (3/2/2022)/Ist BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN--Hujan deras yang mengguyur Sleman termasuk wilayah Gunung Merapi pada Rabu (6/4) dini hari WIB mengakibatkan terjadinya peningkatan arus di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Meski demikian dipastikan arus sungai masih dalam batas aman karena jauh dari permukiman.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan banjir lahar hujan terjadi sekitar pukul. 07.30 WIB. “Arus sungai Kuning, Gendol, dan Boyong cukup tinggi,” ujarnya.
Untuk arus di sungai Gendol kata dia, sampai pada wilayah Dusun Kopeng, kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan. Namun ia memastikan jarak arus sungai dengan pemukiman masih aman. “Tetapi masih aman kok sekitar 100 meter, masih aman, tidak ada masalah,” ujar dia.
BACA JUGA: Aksi Bersama Turunkan Angka Stunting Membuahkan Hasil
Arus sungai yang telah mencapai Dusun Kopeng ini menurutnya sudah termasuk besar. Hal ini disebabkan oleh terjadinya cuaca ekstrem hujan deras di puncak Merapi. Adapun untuk material lahar dingin yang dibawa cenderung halus.
BPBD Sleman juga terus memantau perkembangan situasi dengan patroli maupun early warning system (EWS). “Kalau kami lihat curah hujan di atas tinggi, kan sudah ada EWS di masing-masing titik untuk lahar dingin itu,” kata dia.
Saat ini terdapat total sebanyak 37 EWS yang tersebar di barak, sungai dan jalur evakuasi, untuk memantau Merapi dengan bencana turunannya. “Ada abu vulkanik, awan panas, lahar dingin. Kemudian termasuk tiap malam luncuran-luncuran itu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Penanganan Bencana di Sleman Belum Sentuh Dana Tak Terduga
Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono, menambahkan lantaran kejadian lahar hujan akhir-akhir ini sering terjadi, aktivitas penambangan masih dihentikan semua. Adapun penambangan di sebelah Srunen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, sampai saat ini tidak beroperasi karena galian sudah tertutup oleh air.
Di wilayah Pakem, material sudah mengisi lubang-lubang galian tambang di sekitar Kemiri. “Secara keseluruhan masih mandali. Karena areal yang paling rawan material belum masuk ke sana. Jadi mengisi lubang-lubang galian hasil tambang,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.