Polda DIY Bangun Sumur Bor dan Salurkan Air Bersih di Gunungkidul
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Pengunjung objek wisata Kalibiru Lantai Dua yang berfoto di atas spot foto berbentuk bintang, Senin (18/6/2018). /Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pandemi Covid-19 yang menyerang sejak dua tahun lalu berdampak ke semua sektor, salah satunya wisata. Akibat pembatasan, tempat-tempat wisata nihil kunjungan, termasuk di Kulonprogo.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan selama masa pandemi sektor wisata di Kulonprogo justru berbenah. Dispar selama masa pandemi melakukan pelatihan dan pendampingan.
"Sudah siapkan beberapa strategi di masa pandemi. Kemarin dua tahun kami adakan pelatihan pendampingan pada pelaku wisata," ucapnya kepada Harian Jogja, Jumat (6/5/2022).
Menyambut wisatawan pada masa lebaran 2022, telah dirampungkan empat karya instalasi wisata agar bisa menambah akses wisata di beberapa titik. Tidak hanya untuk dijadikan lokasi swafoto, instalasi ini juga bertujuan untuk edukasi.
Menurutnya para wisatawan coba didekatkan dengan budaya lokal. Para penjaga tempat pemungutan retribusi (TPR) diseragamkan dengan baju adat.
Baca juga: Bandara YIA Ramai, Objek Wisata di Kulonprogo Kecipratan Berkah
"Sehingga kesan wisatawan datang ke Kulonprogo memang ada nuansa kesantunan, kesopanan, ada nilai-nilai budaya yang ditawarkan," tuturnya.
Lalu pada tahun ini sudah ada 40 cakruk wisata istimewa yang bisa menjadi alternatif. Di 40 cakruk wisata ini dilengkapi dengan alat komunikasi handy talky karena ada kendala jaringan.
"Fungsinya adalah urai masa jika di satu titik ada penumpukan, maka akan dilempar ke destinasi wisata lainnya," tuturnya.
Menurutnya selama masa pandemi, pemerintah daerah mendatangi destinasi wisata yang perlu didampingi. Para pegiat sektor wisata dibekali soal standar baku protokol kesehatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, pada libur lebaran jumlah wisatawan dalam sehari sekitar 50.000-an orang. Ada kemungkinan lebih karena di sepanjang jalan dipenuhi kendaraan plat luar daerah.
"Dari berbagai arah macet, ini pertanda jumlah kunjungan ke Kulonprogo di luar destinasi wisata juga tinggi. Misalnya yang murni ke kuliner banyak sekali, tidak terpantau lewat retribusi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Roy Suryo menghadiri sidang perdana Dokter Tifa di PN Jakarta Timur. Perkara Roy masih menunggu proses praperadilan di PN Jakarta Selatan.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) semakin mempertegas perannya sebagai motor penggerak perekonomian daerah
Program sertifikasi halal gratis telah menjangkau 1.116 desa wisata dengan 31.548 sertifikat demi memperkuat wisata ramah Muslim.
Okupansi hotel di DIY saat libur sekolah mencapai 80%. PHRI mencatat kenaikan tamu, meski biaya operasional hotel meningkat hingga 20%.