Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penutupan pasar hewan karena dugaan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak hanya dilakukan di Siyono Harjo. Penutupan selama 14 hari juga dilakukan di Pasar Munggi di Kapanewon Semanu.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan pasar hewan yang ditutup bertambah karena di Pasar Munggi juga ditemukan dugaan hewan ternak yang terjangkit PMK.
“Total ada 12 pasar hewan di Gunungkidul. Yang ditutup ada dua, yakni Pasar Siyono dan Munggi menyusul adanya temuan kasus yang diindikasi PMK pada ternak,” kata Kelik, Minggu (29/5/2022).
Menurut dia, temuan di Pasar Munggi terjadi pada Minggu pagi. Meski demikian, Kelik menyerahkan sepenuhnya ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul terkait dengan rincian kasus di pasar tersebut.
Sembilan pasar hewan lainnya akan terus diawasi agar tidak ditemukan kasus yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
PGI mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan mendesak penghentian kekerasan serta pembukaan ruang dialog kemanusiaan.
Jusuf Kalla menyoroti banyaknya sarjana menganggur. Setiap tahun 1 juta sarjana keluar, sementara lapangan kerja dinilai terbatas.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.