14 SPPG di DIY Disuspend, BGN Tegaskan Tanpa SLHS Dilarang Operasional
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo mencatat ada 116 ternak positif penyakit mulut dan kuku (PMK). Kasus PMK melonjak setelah mendatangkan ternak dari Jawa Timur untuk kebutuhan Iduladha.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengatakan dari 116 ternak yang positif ini 20 di antaranya sudah sembuh. Ternak yang positif PMK berada di Kapanewon Girimulyo, Kalibawang, Temon, dan Galur.
"Jadi ada 116 [positif PMK]. Iya [dari luar daerah] Jawa Timur. Masuk karena memang ini akan dipakai untuk Iduladha," ujarnya kepada Harian Jogja, Sabtu (04/06/2022).
Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menghimbau kepada pedagang agar saat mendatangkan hewan dari luar daerah harus berasal dari daerah yang tidak wabah. Selain itu juga harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Kalau memang terpaksa terdata itu nanti harus lapor dengan rekan pusat kesehatan hewan (Puskeswan) nanti diperiksa dan diisolasi," tuturnya.
BACA JUGA: Haryadi Ditangkap KPK, Warga Cukur Gundul di Balai Kota Jogja
Menurutnya kasus PMK di Kulonprogo masih terkendali karena hewan yang positif berada di sentra-sentra kandang milik pedagang. Dan posisi hewan yang positif diisolasi.
"Nyuwun [minta] dilaporkan kalau ada gejala, lalu diobati. Jadi peternak tidak usah panik, ini PMK bisa diobati, tidak menular pada manusia," tegasnya.
Menurutnya kasus PMK di Kulonprogo naik karena setiap hewan yang datang dilakukan pemeriksaan. Jika ada hewan yang bergejala, maka satu kandang dianggap bergejala semua.
"Kami sembuhkan, sudah langsung pengobatan. Kalau mau dijual harus sembuh," ujarnya.
Dia meminta agar satinasi dari kadang selalu dijaga. Dan mewanti-wanti segera lapor jika ditemukan gejala PMK.
Lurah Sukoreno, Kapanewon Sentolo sekaligus pedagang ternak, Olan Suparlan mengatakan ternak yang dia niagakan dipastikan dalam keadaan sehat. Sehingga masyarakat tidak perlu panik terkait PMK ini.
"Saya mengambil ternak dari luar Kulonprogo sudah dipastikan dalam keadaan sehat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Samsung mencatat perpindahan pengguna iOS ke Galaxy Z Fold8 naik 1,6 kali saat Apple mulai masuk pasar ponsel lipat.
Iran lolos semifinal AVC Men's Volleyball Continental 2026 setelah mengalahkan Chinese Taipei 3-1. Satu tiket tersisa diperebutkan Jepang-India.
Mengusung konsep private villa premium, The Kharma Villas Yogyakarta menghadirkan empat tipe unit dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur.
Tiongkok menargetkan mobil otonom digunakan secara luas pada 2030 dan memperkuat industri kendaraan listrik pintar.
Sesosok jasad lansia asal Piyungan Bantul ditemukan di Sungai Opak Berbah Sleman usai dilaporkan hilang sejak Rabu.