Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi aktivitas jual beli hewan ternak di pasar hewan./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Perdagangan Gunungkidul kembali membuka aktivitas di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen mulai Minggu (12/6/2022). Sebelumnya, pasar ini ditutup selama sepuluh hari dikarenakan adanya dugaan temuan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Dinas Pedagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan penutupan pasar hewan Siyono bukan dua pekan, tapi dua hari pasaran dalam penanggalan Jawa. Menurut dia, penutupan berlangsung sejak 2 Mei sehingga pada Minggu pagi sudah mulai dibuka.
“Yang tutup Wage tanggal 2 Juni dan Wage 7 Juni. Jadi hari ini sudah mulai dibuka,” kata Kelik kepada wartawan, Minggu siang.
BACA JUGA: Jangan Lupa, Besok Ada Fashion Show dalam Gua Rancang Kencana Gunungkidul
Dia menjelaskan, pembukaan Pasar Siyono telah melalui pertimbangan dan persiapan matang. Pasalnya, sudah ada proses sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan di area pasar. Selain itu, juga ada pemantauan terkait dengan perkembangan kasus suspek PMK.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Salah satu pertimbangan pembukaan karena melihat aspek perekonomian masyarakat,” katanya.
Dia menekankan, pembukaan di Pasar Siyono merupakan langkah awal karena sebelas pasar hewan lainnya juga akan dibuka secara bertahap. Adapun pembukaan disesuaikan dengan hari pasaran di masing-masing pasar.
Meski telah dibuka, Kelik memastikan upaya pengawasan terus dilakukan secara ketat. Ia tidak menampik di Pasar Hewan Siyono ada beberapa hewan yang tidak diperbolehkan masuk karena diduga sedang sakit.
“Pengecekan dilakukan. Salah satunya melalui pengecekan suhu hingga melihat kondisi pada bagian kuku dan mulut,” ujarnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, kewenangan pembukaan pasar hewan sepenuhnya berada di Dinas Perdagangan Gunungkidul. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dan meningkatkan pengawasan agar laju kasus dapat terkendali.
Menurut dia, hingga sekarang ada 180 sapi yang suspek PMK. Adapun yang dinyatakan positif sebanyak 22 ekor dan tujuh ekor di antaranya sudah dinyatakan sembuh. “Tutupnya memang hanya dua kali hari pasaran. Jadi 12 Juni, Pasar Hewan Siyono sudah dibuka lagi,” katanya.
Wibawanti menambahkan, lalu lintas ternak akan terus diperkat. Sebagai contoh, kendaraan pengangkut hewan harus melalui kolam dipping atau kolam disinfektan. Saat hewan diturunkan akan langsung dilakukan pemeriksaan.
“Ada yang sakit langsung disuruh pulang. Untuk ternak dari luar daerah harus membawa surat keterangan kesehatan hewan [SKKH],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.