Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bupati Bantul, Abdul Halim (tiga kanan), meninjau salah satu kandang penjualan sapi di Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Selasa (14/6/2022)-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL-Kapanewon Pleret menjadi zona merah penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah sebanyak 512 sapi yang dilaporkan positif PMK. Meski demikian Pemkab Bantul menginstruksikan aktivitas penjagalan tetap berjalan agar perekonomian warga tidak berhenti.
Bupati Bantul, Abdul Halim, menjelaskan Kapanewon Pleret merupakan sentra ternak di Bantul. Sebagai langkah penanganan, Pemkab Bantul sudah mengerahkan seluruh puskeswan dan dokter hewan untuk mengobati ternak yang terkonfirmasi PMK.
"Melakukan treatment, disuntik antibiotik, suntil antipiretik dan suntik vitamin. Dengan demikian upaya kami diharapkan bisa menurunkan intensitas pandemi PMK di Kabupaten Bantul," ujarnya dalam peninjauan ternak positif PMK di Kapanewon Pleret, Selasa (14/6/2022).
Di samping itu ia juga herharap pemerintah pusat segera memfasilitasi vaksin PMK yang saat ini baru dimulai lagi produksinya. Karena untuk seluruh daerah di Indonesia, Kementerian Pertanian baru memprioritaskan vaksin bagi sapi perah agar produksi susu terus berjalan.
Meski menjadi zona merah, ia meminta para penjagal di Pleret agar tetap menjalankan aktivitas penjagalan. "Karena hari ini ekonomi kita sedang pulih, kalau seluruh pemotong berhenti akan mempengaruhi pemulihan ekonomi di level bawah," ungkapnya.
BACA JUGA: Polisi Sebut 30 Sekolah di Indonesia Terafiliasi Khilafatul Muslimin
Ia memastikan daging sapi walaupun terpapar PMK tetap aman dikonsumsi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak membahayakan kesehatan manusia. "Tidak menular ķe manusia, dia hanya membahayakan sesama binatang. Kerugian bagi peternak adalah kerugian ekonomi," ungkapnya.
Dokter Hewan Balai Besar Veteriner Wates, Indarto Sudarsono, menjelaskan sapi yang tertular susah makan karena ada luka di mulut. Maka peran peternak sangat penting dengan memberi makanan tambahan seperti kunyit, kecap dan sebagainya yang memberi tambahan protein dan antibiotik.
"Kebersihan lingkungan juga penting sekali teritama kebersihan kandang di bawah. Kalau ada kotoran sapi harus dibersihkan, di sekitar kuku dibersihkan, baru diobati. Kalau masih ada kotoran di sekitar luka, diovati nggak masuk obatnya," ungkapnya.
Untuk dikonsumsi, ia menyarankan agar masyarakat memasak daging minimal 30 menit terlebih dahulu. "Kalau sudah dimasak sudah aman. Disarankan untuk masak 30 menit itu sudah sangat aman," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.
Yudai Yamamoto ditunjuk memimpin Persija vs Persib di SUGBK. Simak profil, pengalaman, dan rekam jejak wasit asal Jepang ini.
DPRD Bantul meminta data 9.216 KPM yang terindikasi judi online diverifikasi ulang karena dikhawatirkan terjadi kesalahan dan penyalahgunaan NIK.