Kemensos Libatkan 902 Taruna TNI dan Akpol untuk Sekolah Rakyat
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY bekerja sama dengan Jawa Tengah untuk memberikan kesempatan kepada anak dari luar DIY untuk sekolah di SMA/SMK wilayah perbatasan. Cara ini diharapkan dapat meminimalisasi sekolah pinggiran yang kekurangan siswa.
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan untuk sekolah pinggiran perkotaan rata-rata sudah bisa memenuhi kuota siswa. Akan tetapi untuk pinggiran di kawasan perbatasan memang ada beberapa sekolah negeri yang kesulitan memenuhi kuota rombongan belajar yang disiapkan. Ia mencatat berdasarkan PPDB 2021 sekolah di Girimulyo Kulonprogo, Rongkop dan Semanu Gunungkidul yang kuotanya tidak terpenuhi.
"Seperti di Girimulyo Kulonprogo ini tahun lalu jumlah siswanya juga kurang. Dan beberapa sekolah di kawasan perbatasan dengan Jawa Tengah," katanya, Kamis (16/6/2022).
BACA JUGA: Terlibat Kasus Pidana, 3 PNS di Gunungkidul Dinonaktifkan
Salah satu cara untuk mengantisipasi kekurangan siswa pada sekolah negeri di wilayah pinggiran adalah melakukan kerja sama dengan Jawa Tengah. Masyarakat Jateng yang tinggal di radius terdekat dengan sekolah di DIY difasilitasi untuk dapat diterima.
"Ini sebenarnya bukan semata-mata untuk memenuhi sekolah agar kuota penuh, tetapi memang kami sudah ada kerja sama dengan Jawa Tengah. Bahwa anak di DIY juga yang dekat dimasukkan dalam zonasi Jateng," ujarnya.
Berdasarkan catatannya sejumlah sekolah yang sempat kekurangan murid antara lain SMA N Galur, SMAN Girimulyo, SMAN Semanu, SMA Rongkop, SMA Tanjungsari dan SMK Kelautan serta sejumlah jurusan tertentu. Adapun jumlah kekurangan sekitar 10 kursi.
Sebagai gambaran pada PPDB 2022 SMA Semanu menetapkan daya tampung sebanyak 180 kursi untuk lima rombongan belajar dan SMA Rongkop kuota 144 untuk empat rombel. Kemudian SMA Tanjungsari menyiapkan kuota 216 kursi untuk enam rombel. Sedangkan SMA Galur kuota 144 kursi untuk empat rombel dan SMA Girimulyo terdapat 108 kursi untuk tiga rombel.
"Kalau Bantul dan Sleman untuk SMA/SMK relatif terpenuhi. Kalau Gunungkidul faktor lain antara kursi dengan jumlah lulusan tidak seimbang," ujarnya.
Sistem sebenarnya berusaha menarik anak yang belum mendapatkan sekolah pada zona 3 dan zona 4 dari sekolah. Akan tetapi ketika anak tersebut diberikan kesempatan untuk masuk kadang tidak bersedia.
"Meski pun kurang siswa, pendaftaran tidak bisa diperpanjang. Tetapi biasanya di akhir-akhir ketika sekolah kurang siswa, sistem berusaha menarik siswa yang berada di zona 2, 3 dan 4 tetapi ya itu kadang tidak mau. Alasannya ada yang mungkin tidak suka atau juga memilih sekolah swasta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.
PM Thailand Anutin Charnvirakul bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand.
Perlintasan sebidang liar di Sleman resmi habis setelah akses Rewulu ditutup. KAI Daop 6 kini fokus meningkatkan keselamatan di perlintasan resmi.