Sumur Warga Mengering, Gading Playen Mulai Dapat Bantuan Air
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Pembongkaran sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, 11 Mei 2022./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul tahun ini ditarget memasok pendapatan asli daerah (PAD) dari pengelolaan sampah sebesar Rp1,3 miliar. Jumlah ini belum sebanding dengan pengeluaran untuk operasional yang nilainya mencapai Rp4 miliar per tahun.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Heri Kuswantoro mengatakan terus berusaha mencapai target PAD dari pengelolaan sampah. Dari target Rp1,3 miliar hingga akhir Mei sudah terkumpul sekitar Rp480 juta. “Rata-rata per bulannya terkumpul PAD sekitar Rp96 juta,” kata Heri, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA: 328 SD di Gunungkidul Kekurangan Murid, 2 SD Tak Dapat Murid Baru
Menurut dia, pendapatan ini berasal dari penarikan retribusi sampah dari masyarakat. Penarikan mengacu pada Peraturan Daerah No.14/2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. “Sesuai dengan amanat perda, setiap sampah ditarik Rp27 per kilogram,” katanya.
Heri mengakui target PAD yang dibebankan belum untuk menutupi kebutuhan operasional. Pengelolaan sampah tiap tahun membutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk gaji pegawai, pemeliharaan peralatan hingga operasi kendaraan pengangkutan sampah. “Total pegawai 169 orang [sudah masuk PNS] dan ada 17 truk dan tiga pikap pengangkut sampah,” ungkapnya.
Meski pendapatan yang masuk belum bisa menutupi operasional, Heri tidak khawatir. Hal ini karena tugas UPT bukan mencari keuntungan seperti yang dilakukan oleh perusahaan daerah. “Tugas kami melayani kebersihan sehingga keuntungan bukan menjadi tujuan utama,” katanya.
Dia berjanji akan berusaha memenuhi target PAD dari pengelolaan sampah. Salah satunya dengan mencari pelanggan baru agar pendapatannya bisa ditingkatkan.
BACA JUGA: Desain Tol Jogja dari dari Maguwo hingga Tirtoadi Berubah, Ini Penjelasan Pemda
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Abdul Azis mengatakan pengelolaan sampah masih terpusat di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Rencana pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di kawasan pesisir hingga sekarang belum bisa direalisasikan.
Menurut dia, TPAS Wukirsari akan diperluas karena masih memiliki lahan sekitar empat hektare yang belum terpakai. “Dari sembilan hektare yang sudah terpakai baru lima hektare. Saat ini, kapasitas maksimal sebanyak 50 ton per harinya,” kata Azis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Windows 11 26H2 resmi tersedia. Simak syarat perangkat, cara update lewat Windows Update, fitur baru, dan masa dukungan dari Microsoft.
Jadwal bola malam ini, Selasa 13 Oktober hingga Rabu dini hari WIB, menyajikan Liga Champions Asia Elite serta Atletico Madrid vs Manchester United.
DPMPTSP Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik untuk menyempurnakan standar pelayanan inklusif dan meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan serta penya
Serangan rudal di Riyadh memicu kekhawatiran menjelang Piala Asia 2027. FIFPRO menekankan keselamatan pemain, suporter, dan staf.
MotoGP mulai mendenda pembalap yang tidak mengikuti Hero Walk minimal 10 menit. Denda awal mencapai 5.000 euro dan meningkat jika pelanggaran berulang.