SPMB SMP Gunungkidul 2026 Dibuka, Pendaftar Sekolah Favorit Melonjak
Hari pertama SPMB SMP Gunungkidul 2026, pendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Wonosari langsung melampaui kuota jalur prestasi dan afirmasi.
Ilustrasi siswa SD./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 328 SD di Gunungkidul kekurangan murid dan tidak bisa memenuhi kuota minimal rombongan belajar sebanyak 20 anak di tahun ajaran baru 2022-2023. Bahkan ada dua SD yang tidak mendapatkan murid baru sama sekali.
Data dari Dinas Pendidikan Gunungkidul menunjukkan 452 SD melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online. Jumlah ini merupakan gabungan antara sekolah swasta dan negeri. Penerimaan siswa baru sudah diumumkan pada Kamis (16/6/2022).
BACA JUGA: Desain Tol Jogja dari dari Maguwo hingga Tirtoadi Berubah, Ini Penjelasan Pemda
Total ada 7.210 siswa yang dinyatakan masuk SD. Meski demikian, tidak semua sekolah bisa memenuhi kuota minimal rombongan belajar 20 anak didik. Hanya 124 sekolah yang bisa memenuhi rombongan belajar. Adapun 328 sekolah lainnya belum bisa memenuhi kuota seperti yang diharapkan. Bahkan ada dua sekolah yang tidak mendapatkan murid sama sekali.
Sekolah yang menerima murid kurang dari sepuluh ada 137, sedangkan yang menerima di atas sepuluh dan kurang dari 20 terdapat 191.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Gunungkidul Taufik Aminudin mengatakan ada ratusan sekolah yang kekurangan murid di tahun ajaran baru di tahun ini. Seyogyanya dalam satu kelas diisi 20 murid, tapi pada saat pendaftaran tidak semua sekolah dapat terpenuhi.
Ia mengatakan ada dua sekolah yang tidak mendapatkan murid baru. “Ini sekolah swasta dan lokasinya ada di Kapanewon Tanjungsari dan Wonosari,” kata Taufik, Rabu (22/6/2022).
Dinas Pendidikan Gunungkidul mewacanakan program regrouping atau penggabungan sekolah agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dioptimalkan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk sekolah bisa digabung, misalnya dalam kurun waktu tiga tahun secara beruntun, jumlah murid kurang 60 siswa.
Selain itu, di sekitar sekolah tersebut juga ada satuan pendidikan lainnya yang bisa menampung para siswa. Sementara, dua sekolah yang tidak mendapatkan murid di tahun ajaran baru diserahkan ke pemilik yayasan.
“Kami mengurusi sekolah negeri, untuk swasta kami serahkan ke yayasan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul Winarno sudah memprediksi ada sekolah kekurangan murid. Sebab, daya tampung yang dimiliki lebih banyak dibandingkan dengan lulusan TK.
BACA JUGA: Sungai Mudal, Tak Cuma Surga Wisata, tetapi Juga Sumber Penghidupan Warga
“Daya tampung hingga 14.500 anak, tapi lulusan TK hanya 7.000-an. Jadi, ada SD yang kekurangan murid,” katanya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul sudah menargetkan penggabungan 15 SD. “Sudah diprogramkan, tapi pelaksanaan juga butuh kajian serta sosialisasi ke masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari pertama SPMB SMP Gunungkidul 2026, pendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Wonosari langsung melampaui kuota jalur prestasi dan afirmasi.
Pantai Gading dan Ekuador menjadi tim terbaru yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berikut daftar 16 negara yang sudah memastikan tiket fase gugur.
Sleman mencatat 286 kasus kekerasan pada 2025, termasuk 131 kasus KDRT. Program RBI didorong hingga tingkat kalurahan untuk pencegahan.
Ekuador mengalahkan Jerman 2-1 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Kemenangan ini menjaga peluang La Seleccion lolos ke babak gugur.
Pantai Gading lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Curacao 2-0. Nicolas Pepe mencetak dua gol kemenangan Les Elephants.
Delapan tim lolos perempat final MLSC 2026 di Kudus. Sejumlah laga rematch panas siap tersaji di babak delapan besar.