35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Ilustrasi penanaman pohon./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Sedikitnya 5.000 bibit pohon ditanam di wilayah Kalurahan Bendung, Semin. Aksi penghijauan ini diharapkan bisa mengurangi gas emisi karbon.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan, gerakan menanam 5.000 bibit pohon terlaksana atas kerja sama dengan Yayasan Bakti Unggul Negeri dan PT Telkom Indonesia.
Rencananya bibit-bibit ini akan ditanam di lahan seluas lima hektare di Kalurahan Bendung. “Program penghijauan ini manfaatnya akan dirasakan di masa depan,” katanya, Kamis (7/7/2022).
BACA JUGA: Retribusi Wisata di Gunungkidul Diusulkan Beda per Destinasi
Menurut dia, acara penanaman bertema Tanam Sekarang untuk Masa Depan memiliki arti yang luas karena untuk melindungi ekosistem lingkungan. Namun, terpenting gerakan penghijauan ini juga sebagai upaya mengurangi emisi karbon karena pohon-pohon dapat menyerap gas karbon di udara.
“Sinergi dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kesejahteraan dapat benar-benar diwujudkan,” katanya.
Perwakilan Yayasan Bakti Unggul Negeri, Eva Pitaloka mengatakan, 5.000 bibit pohon yang ditanam merupakan bantuan dari PT Telkom Indonesia. Untuk jenisnya, tidak hanya tanaman keras seperti mahoni dan akasia, tetapi ada juga tanaman buah seperti alpukat dan jambu kristal.
“Selain untuk penghijauan, tapi ada juga buahnya yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Dia menjelaskan, bibit tanaman produksi dan konservasi yang ditanam merupakan percontohan dalam rangka mendukung pengurangan emisi karbon. Adapun tujuannya melindungi lingkungan serta hasil dari pohon yang ditanam bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
General Manager PT Telkom area DIY, Agus Faisal mengatakan, penanaman pohon di Kalurahan Bendung merupakan bentuk komitmen untuk berpartisipasi dalam program penghijauan di Indonesia. Ia berharap pohon yang ditanam dijaga dan diawasi, sehingga tujuan konservasi lingkungan terlaksana dengan baik.
“Satu pohon mampu mengurangi kandungan karbondioksida 20 kilogram yang ada di udara. Jadi program ini akan bermanfaat untuk sosial dan ekonomi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
KPK menahan Direktur PT MSA Fika Nur Alawi dalam kasus suap Bupati Muara Enim. Kasus berkembang hingga dugaan pengondisian audit BPK.
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.