Reog Keprajuritan hingga Bebek Bacem Nglengis dari Sleman Jadi WBTb Nasional
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Penyerahan simbolis bantuan hewan kurban dari Panitia Kurban Pemkab Kulonprogo kepada masyarakat pada Jumat (8/7/2022)-Ist/Diskominfo Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemkab Kulonprogo kembali menyalurkan sejumlah hewan kurban dari sejumlah donatur kepada masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha tahun ini. Tercatat puluhan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat Kulonprogo tahun ini.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Setda Kulonprogo, Jazil Ambar Was'an dalam laporannya menyampaikan ada banyak sekali proposal permintaan hewan kurban dari masyarakat yang masuk ke Pemkab Kulonprogo tahun ini. Jazil yang juga Ketua Panitia Kurban Kulonprogo menyebutkan dalam Iduladha tahun ini ada enam ekor sapi dan 19 ekor kambing yang disalurkan kepada masyarakat.
"Perolehan pengumpulan hewan kurban tahun 2022 adalah sejumlah enam ekor sapi, termasuk bantuan hewan kurban dari Gubernur DIY dan Pj. Bupati Kulon Progo, serta juga ada Kambing sejumlah 19 ekor," tandas Jazil pada Jumat (8/7/2022).
BACA JUGA: Tiga Paguyuban Warga Meminta Maaf Atas Kerusuhan Babarsari
Tidak hanya dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), sejumlah pihak swasta pun ikut berpartisipasi menyalurkan hewan kurbannya melalui Pemkab Kulonprogo. Semua hewan kurban yang telah terkumpul ini nantinya akan disalurkan ke sejumlah masjid, panitia kurban, organisasi hingga sekolah yang telah mengajukan proposal. Lokasinya tersebar di berbagai Kapanewon di Kulonprogo.
"Kepada calon penerima diharapkan dapat melaksanakan amanah yang diberikan dari para donatur. Dan kegiatan penyembelihan serta distribusi daging kurban agar mengikuti peraturan dari pemerintah yang telah ditetapkan," tegasnya.
Penjabat Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana menambahkan bila seluruh hewan kurban dari para donatur sudah diperiksa dan dalam keadaan sehat serta memenuhi syarat untuk dikurbankan. "Hewan kurban sudah diterima langsung oleh takmir masjid atau panitia kurban dan cukup merata," ujarnya
Saktiyana berharap hewan kurban yang disalurkan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kulonprogo. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk memperlakukan hewan kurban secara hati-hati dan waspada, mengingat adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"PMK tidak menular ke manusia atau bukan kategori zoonosis tapi menular dari binatang ke binatang. Walaupun begitu kita harus tetap mmemperlakukan hewan kurban lebih baik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta rencana PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang karena menyangkut sumber air, lingkungan, dan cagar budaya.
Guru SD menyoroti fenomena anak socially awkward di sekolah di tengah meluasnya smartphone dan AI serta pentingnya interaksi langsung.
Kemensos menahan sementara bansos untuk lebih dari 1.400 KPM terindikasi judol. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.