Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat peresmian bangunan Puskesmas Banguntapan III dan nama RSUD Tipe D Saras Adyatma di Banguntapan, Rabu (13/7/2022).Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL -- Bantul resmi memiliki rumah sakit (RS) tipe D. RS bernama Saras Adyatma tersebut menempati lokasi Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSKLC) di Kapanewon Bambanglipuro.
Penetapan RSKLC sebagai RS Tipe D Saras Adyatma lantaran saat kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari memang sudah melandai.
BACA JUGA: Gudang Dermaga di Wates Dibobol Pencuri, 5 Pompa Hilang
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang RS Saras Adyatma tersebut mengatakan peresmian nama rumah sakit tipe D tersebut bersamaan dengan peresmian bangunan Puskesmas Banguntapan III.
“Semoga dengan peresmian ruang pelayanan Puskesmas Banguntapan III dan RSUD Tipe D Saras Adyatma ini, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat terlayani dengan baik,” kata Halim, Rabu (13/7/2022).
Halim mengatakan keberadaan fasilitas kesehatan ini sangat penting dan bernilai strategis, dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karenanya, dengan adanya ruang pelayanan dan RSUD Saras Adyatma yang baru ini, ia berharap agar dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Anugrah Wiendyasari mengatakan peremian RSUD Tipe D baru peresmian nama, sementara operasionalnya belum dilakukan karena saat ini masih dalam proses transisi dari Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 menjadi rumah sakit tipe D.
“Sekarang ini baru launching nama. Sementara kelembagaan proses penataan operasional nunggu izin dari kabupaten. Saat ini statusnya masih proses penataan transisi, karena masih digunakan untuk merawat pasien Covid-19,” katanya.
BACA JUGA: Sejumlah Lurah Petahana di Bantul Bakal Ramaikan Pilur
Perlu diketahui, hingga kini masih ada tiga pasien Covid-19 dirawat di RSLKC.
Dia menargetkan masa transisi dari rumah sakit khusus Covid-19 ke rumah sakit tipe D ini selesai dalam waktu dekat. “Kami usahakan bulan depan sudah operasional,” ucapnya.
Lebih lanjut Anugrah mengatakan RSLKC sebelumnya memang direncanakan sebagai RSUD Tipe D sebelum ada pandemi Covid-19, bahkan pembangunan bekas puskesmas Bambanglipuro tersebut sudah dilakukan sejak enam tahun lalu.
Penganggarannya juga dilakukan setiap tahun melalui APBD Bantul. Kemudian ada pandemi Covid-19 sehingga difokuskan sebagai rumah sakit darurat yang khusus menangani pasien Covid-19.
Secara umum, kata dia, rumah sakit tersebut sudah memenuhi sebagai rumah sakit tipe D dengan jumlah bed atau tempat tidur lebih dari 50 unit.
Selain itu juga ada dokter spesialis obgin atau kandungan, serta dokter spesialis anak. “RSUD Tipe D itu unggulannya memang untuk menangani penyakit seperti wabah pandemi dan juga menurunkan angka kematian ibu dan anak,” ujar Anugrah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Gal Gadot mengungkap James Gunn dan Peter Safran pernah menjanjikan Wonder Woman 3 bersamanya. Namun proyek itu akhirnya tidak berlanjut
George Russell mengakui McLaren menjadi tim yang harus dikalahkan jelang F1 GP Italia 2026. Mercedes masih mengejar dalam pengembangan mobil.
Memperingati Hari Pelanggan Nasional, Epson Indonesia kembali menyelenggarakan Epson Customer Day 2026 pada 3–4 September 2026
DPRD Bantul mendorong pembangunan dan rehabilitasi RJIT di kawasan Pansela untuk membantu petani mendapatkan pasokan air dan menekan risiko gagal panen.
Massimo Rivola menilai Aprilia bisa belajar dari kecerdasan Marc Marquez dalam mengelola risiko dan mengamankan poin di MotoGP 2026.