Ekonomi DIY Tumbuh 5,75% pada Triwulan II 2026, Tertinggi di Jawa
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Kegiatan pelatihan pada guru perwakilan dari enam SD di Sleman-Harian Jogja/Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN - Melalui Program Organisasi Penggerak (POP), perwakilan guru pengampu Sanggar Kreativitas dari enam Sekolah Dasar (SD) Sleman mengikuti pelatihan guna mendorong literasi dan numerasi pada siswa, Sabtu (23/7/2022).
Ada empat hal yang menjadi fokus dalam pelatihan ini, di antaranya story telling, public speaking, photovoice, dan creative writing.
Penyelenggaraan POP sendiri merupakan kerjasama antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, dan Yayasan Abisatya Yogyakarta.
Direktur Yayasan Abisatya Yogyakarta, Ferry Timur Indratno mengatakan literasi dan numerasi bisa ditumbuhkan melalui kegiatan sadar aktivitas. Literasi dan numerasi menurutnya tumbuh ketika anak belajar dalam suasana yang aman dan nyaman.
"Tidak ada bullying, tidak ada kekerasan, tidak ada pelecehan. Semua program termasuk literasi akan jalan ketika suasana aman," ucapnya ditemui saat acara pelatihan, Sabtu (23/7/2022).
Guru-guru dari enam SD yang mengikuti pelatihan nanti muaranya akan membuat semacam kebijakan perlindungan anak. Menjadi kesepakatan antara siswa, guru, dan orang tua.
"Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilanggar," ucapnya. Dia menjelaskan kemampuan dasar yang perlu dimiliki dalam berliterasi yakni dengar, ucap, baca, dan tulis. Story telling, public speaking bermanfaat untuk mendorong kemampuan dengar dan ucap. Sementara photovoice, dan creative writing untuk baca dan tulis.
Menurutnya enam SD yang ikut dalam pelatihan ini berasal dari kecamatan yang berbeda, di mana SD ini sudah menerapkan sekolah ramah anak. Di antaranya SD Ilmu Bina Selamat Sleman, SD Karitas Nandan Ngaglik, SDN Rejondani Prambanan, SDN Tinom Godean, SDN Denggung Sleman, dan SDN Pakem 1.
Pelatihan ini bukan yang pertama, namun menurutnya sudah pertemuan ketiga. Sejauh ini dampaknya ke siswa adalah mereka lebih kreatif dan lebih berani dalam berekspresi.
"Ketika dulu ada tamu saja malu-malu, sekarang berani menyapa kenalan, ditanya berani jawab dengan lugas. Dan guru-guru lebih percaya diri mengajar di kelas dengan berbagai macam model," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan literasi dan numerasi ini perlu ditekankan. Menurutnya masalah dari pendidikan saat ini adalah ketika ditemui kendala di lapangan solusinya adalah mengganti kurikulum. Padahal, kata dia, masalah dasar yang harus dirampungkan literasi dan numerasi.
"Sanggar kreativitas ada perwakilan empat guru, tapi kalau literasi dan disiplin positif semua terlibat," ucapnya.
Salah satu peserta Guru dari SDN Denggung Herlambang Try Kharisma mengatakan berdasarkan pengalaman dari pelatihan sebelumnya anak-anak yang terkendala pada public speaking akibat tidak ada pertemuan tatap muka, menjadi berani untuk terjun sebagai Master of Ceremony (MC).
"Dampaknya bagus, mereka bisa menjadi MC dan bahkan menjadi MC sekolah saat perpisahan, kegiatan sanggar tidak mengganggu karena seperti ekstrakurikuler," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Stok beras Bulog mencapai 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026. Serapan gabah petani sudah 3,67 juta ton setara beras.
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Progres Tol Jogja-Solo Paket 1.2 mencapai 92,54%. Pembebasan lahan Akses Bokoharjo juga 99,38% dan dikebut untuk Nataru 2026/2027.
Disnakertrans Bantul mulai sosialisasi padat karya BKK DIY di 124 lokasi. Setiap kelompok mendapat anggaran Rp100 juta untuk perluasan kerja.