Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi/Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Rombongan jamaah haji asal Gunungkidul direncanakan pulang ke Tanah Air pada Sabtu (30/7/2022) besok. Meski demikian, jemaah yang terdiri atas 184 orang ini tidak pulang secara bersamaan karena ada satu orang yang pulang lebih cepat karena masalah kesehatan mental.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh mengatakan, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar. Sebanyak 184 orang asal Gunungkidul mampu menyelesaikan tahapan ibadah haji secara menyeluruh.
BACA JUGA: Dear Moms, Cermati Tips Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak Berkualitas
Jamaah ini tergabung dalam kloter 21 SOC dijadwalkan sampai Indonesia pada Sabtu (30/7/2022) pagi. Taufik mengatakan Jemaah tidak pulang secara bersama-sama karena ada satu haji yang pulang lebih cepat. Satu jamaah asal Kapanewon Playen ini dipulangkan karena alasan kejiwaan sehingga tidak dibarengkan dengan jamaah lainnya.
“Fisiknya sehat, tapi ada gangguan dari sisi mental. Di DIY, ada beberapa jamaah yang mengalami gejala sama dan salah satunya berasal dari Gunungkidul sehingga dipulangkan lebih awal,” kata Taufik, Senin (25/7/2022).
Ia memastikan haji yang pulang lebih awal juga telah menyelesaikan ibadah haji secara menyeluruh bersama-sama dengan jamaah lainnya. “Memang tinggal menunggu kepulangan. Namun karena alasan tertentu, maka ada yang dipulangkan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan,” katanya.
BACA JUGA: Mendesak! Investor Diarahkan Tanamkan Modal untuk Parkir Vertikal di Jogja
Kepala Kemenag Gunungkidul Sa’ban Nuroni mengatakan jemaah asal Gunungkidul yang berjumlah 184 orang terdiri dari jemaah perempuan sebanyak 97 orang dan laki-laki 87 orang. Menurut dia, sebelum pelaksanaan ibadah sudah dilakukan persiapan sehingga lancar saat menjalani ibadah.
“Sebelum berangkat juga ada tes Corona untuk memastikan jemaah tidak terinfeksi virus. Alhamdulillah saat berangkat semua dinyatakan negatif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.