Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 Lengkap
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Pusat kuliner muncul di Legundi. Munculnya banyak tempat usaha di jalur Pansela menjadi salah satu indikator bergeraknya roda perekonomian di kawasan Pansela. / Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dilakukan di sepanjang jalur pantai selatan (Pansela) atau kawasan JJLS di DIY dipastikan akan membutuhkan lahan meski belum dapat dipastikan luasnya. Akan tetapi Pemda DIY menjamin pengembangan KEK di Pansela ini tidak mengganggu lahan berkelanjutan yang telah ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan guna menghasilkan pangan pokok.
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono menjelaskan saat ini memang sedang dilakukan revisi terhadap rencana detail tata ruang (RDTR) oleh kabupaten sebagai tindak lanjut dari pengembangan pansela.
Revisi ini sekaligus sebagai tindak lanjut atas perintah menggabungkan penataan antara ruang pantai kawasan sekitarnya. Ketika dikembangkan menjadi kawasan ekonomi tentunya akan butuh lahan, hanya saja saat ini secara detail masih dalam tahap pembahasan desain. Terkait penggunaan lahan itu, Beny memastikan akan mempertahan sejumlah lahan hijau terutama lahan berkelanjutan.
“Kami menyebut ada sengkeran [dikurung] wilayah, kami pasti akan mempertahankan pertanian berkelanjutan, luasnya sudah ditetapkan. Tentu seperti ini dipertahankan,” katanya di Kompleks Kepatihan, Selasa (26/7/2022).
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Lima Tersangka Rusuh Suporter Jogja-Solo
Selain itu adanya pertumbuhan laju industri di wilayah Pansela, kata Beny, ke depan tentu bukan industri yang berdampak pada polutan serta bukan padat modal, melainkan lebih banyak padat kerja. KEK bisa saja bergeser ke arah industri namun RDTR akan memiliki pakem titik-titik yang akan dipertahankan. “Artinya tidak serta merta menjadi ruang terbuka hijau menjadi industri,” katanya.
Ia mengatakan pengembangan ekonomi pansela DIY dibuat terintegrasi antara tiga kabupaten yaitu Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul. Sehingga program antara satu kabupaten dengan lainnya untuk kawasan selatan harus saling terkoneksi. Gubernur DIY sudah mememintahkan bupati untuk segera menyusun sekaligus penataan kawasan selatan
“Titik di mana saja ini yang sedang kami rencanakan, yang jelas dimulai dari lokasi yang kemarin dikunjungi Pak Gubernur [kawasan Pantai Depok, Bantul]. Cuma harus bersepakat semua antar ketiga kabupaten. Tetapi yang paling kasat mata akan dimulai dari Bantul lebih dahulu. Jadi akan dimulai dari titik itu [Bantul] karena sudah diperintahkan segera dibentuk tim,” ucapnya.
Ia mengatakan jika desain bisa dipercepat maka segera dilakukan perencanaan strategi anggaran. Saat ini diharapkan kabupaten segera membahas perencanaan terkait penataan dengan melibatkan masyarakat sehingga ke depan eksekusi pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat. Jika hal itu belum ada kesepakatan antara pemkab dengan masyarakat tentu belum bisa dilakukan pembangunan. Pelibatan masyarakat ini diharapkan agar tidak memunculkan masalah di kemudian hari dan proyek bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan, agar sesuai dengan harapan masyarakat, mereka ke depan diharapkan tidak sekadar menjadi penonton,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Meteor hijau yang viral di langit Jogja dipastikan BRIN merupakan batuan antariksa. Simak penjelasan ilmiah soal warna, dentuman, dan lintasannya.
SMPN 1 Wates mulai menggunakan gedung baru pada tahun ajaran 2026/2027 meski sejumlah fasilitas pendukung masih akan dilengkapi bertahap.
Populasi wereng batang cokelat di Sleman turun sekitar 52 persen setelah pengendalian terpadu. Petani tetap diminta rutin mengawasi sawah.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.