Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Suasana TPR Parangtritis, Rabu (4/5/2022) siang./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kalurahan atau Desa Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul, meminta untuk turut mengelola Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis dan Pantai Depok. Hasil dari pemungutan retribusi tersebut nantinya dibagi hasil antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bantul.
Lurah Parangtritis, Topo mengatakan permintaan pengelolaan TPR Induk Parangtritis dan Pantai Depok itu dilakukan agar ada pemasukan untuk kalurahan melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Pihaknya melihat ada peluang penarikan retribusi TPR Induk Parangtritis terutama di malam hari.
“Itu kan TPR Parangtritis kalau malam tidak dijaga kecuali momen-momen tertentu seperti libur 1 Sura kemarin [baru dijaga]. Nah itu kan tidak maksimal, maka akan kami manfaatkan dan kami berikan pengelolaannya kepada BUMKal,” kata Topo, saat dihubungi Senin (1/8/2022).
Ia mengaku BUMKal sejauh ini juga sudah pengalaman mengelola wisata dan sumber pemasukan desa, di antaranya sudah mengelola Laguna View Depok, parkiran Parangkusumo dan juga 26 kios di kawasan Parangtritis. Namun pemasukan selama ini belum maksimal sehingga perlu mencari peluang lainnya.
Salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan adalah penjagaan TPR Induk Parangtritis di malam hari. Soal pemasukan BUMKal tidak akan mengambil sepenuhnya melainkan ada bagi hasil dengan Pemkab Bantul, “Nanti perihitungannya bagi hasil saja misalnya 10% untuk pemungut seperti itu, saya manut prinsip BUMKal bekerja maksimal,” ucapnya.
Topo mengaku sudah menyampiakan usulan itu sejak dua tahun lalu baik secara personal kepada bupati maupun wakil bupati Bantul dan juga permohonan resmi melalui surat dan baru ditanggapi saat ini. Ia berharap usulannya segera diproses sehingga BUMKal bisa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) penjaga TPR.
BACA JUGA: Siswa Korban Pemaksaan Pakai Jilbab Difasilitasi Pindah Sekolah
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengaku usulan dari Pemerintah Kalurahan Parangtritis untuk mengelola TPR Parangtritis pada malam hari masih dalam pembahasan di tingkat Pemkab Bantul, “Kita perlu mengkaji dulu, jadi prinsip Pemkab Bantul sudah merespon, hari ini kita rapat untuk mendiskusikan terkait draft rencana kerjasama [dengan Pemerintah Kalurahan Parangtritis] seperti apa,” katanya.
Pihaknya sudah mendapat mandat dari bupati Bantul untuk menyusun roadmap terlebih dahulu terkait kerjasama pengelolaan TPR Parangtritis tersebut. Namun secara prisip, kata dia, rencana kerjasama pengelolaan TPR Parangtritis tersebut memungkinkan dilakukan. Namun dari aspek resiko, perhitungan bagi hasil, ata cara dan sebagainya masih dalam perhitungan.
Sejauh ini memang kerjasama pengelolaan TPR parangtritis itu dilakukan hanya untuk malam hari atau tidak untuk siang hari karena siang hari tetap dikelola oleh Dinas Pariwisata. Sebelum kerjasama itu dilakukan pihaknya akan menggelar ujicoba terlebih dulu.
“Nanti lihat kinerjanya dulu malam harinya seperti apa kan dievaluasi dulu. Bahasanya kalau itu dimungkinkan nanti tahap pertama ujicoba, kerjasama dulu tapi dalam batasan waktu. Kalau memang bisa berjalan efektif dan memungkinkan bisa dilakukan,” katanya.
Menurut Kwintarto alasan dari Pemerintah Kalurahan Parangtritis dalam mengelola TPR Parangtritis di malam hari untuk membantu Pemkab Dinas Pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi penjagaan TPR. Ia mengapresiasi usulan tersebut dan bahkan perlu dilakukan jika memang efektif.
“Tapi selama ujicoba menurun kan harus didiskusikan ulang. Tapi prinsip paling tidak sinyal untuk ke arah sana Pemkab Bantul tidak keberatan selama secara proses bisa berjalan dengan baik, saling memberikan keuntungan lalu kemanfaatan dan terakhir bagaimana ketika optimalisasi kerjasama desa dari aspek pelayanan harus baik, jangan sampai yang ditunjuk orangnya tidak sesuai kompetensinya,” tandas Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.