Buntut Komentar Perawat Nirempati, RSA UGM Perketat Etika Medsos
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Barang bukti yang diamankan kepolisian dari remaja yang melakukan konvoi pada Minggu (21/8/2022)./Istimewa-Polres Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO — Polisi berhasil mengamankan rombongan remaja yang berkonvoi saat dini hari dengan membawa gir dan besi menyerupai pedang. Para remaja tersebut sempat dikejar warga lantaran melakukan aksi berbahaya, seperti mengendarai sepeda motor secara zig-zag di jalanan.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti menjelaskan, pada Minggu (21/8/2022), sekitar pukul 01.30 WIB diketahui ada sekelompok anak yang berkonvoi kendaraan bermotor di Jalan Raya Pengasih-Sentolo tepatnya di dekat Lapangan Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo.
Dalam konvoi tersebut ada tujuh motor berboncengan dan satu motor sendiri tanpa berboncengan. "Mereka mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dengan melakukan gerakan zig-zag dan standar motor digesekkan di jalan," kata Novi, Minggu.
BACA JUGA: Gelar Gropyok Sampah, DLH Kulonprogo: Olahan Sampah Akan Diarak Warga
Setelah dikejar oleh warga, ada tiga anak berhasil diamankan. Dari tiga orang itu, dua di antaranya yang berinsial, ASP dan BSP yang keduanya berusia 15 tahun, dibawa ke Pengasih untuk mencari tahu lokasi basecamp dari rombongan konvoi.
Sementara satu orang lainnya, berinisial DA, 15 dibawa oleh warga ke Malangan, Sentolo untuk diinterogasi.
"Remaja tersebut mengaku bahwa titik kumpul atau basecamp remaja tersebut berada di Tunjungan, Pengasih, Kulonprogo. Atas informasi tersebut kemudian warga melaporkan ke piket Polsek Pengasih dan selanjutnya anggota piket Polsek Pengasih mendatangi tempat kumpul atau basecamp kelompok remaja tersebut. Namun sesampainya di basecamp, beberapa remaja yang sedang berada di sana berlarian," terangnya.
Dari basecamp itu, polisi berhasil mengamankan delapan remaja, masing-masing adalah yakni PS, 19, asal Wates; DA, 15, asal Pengasih; ASP, 15, asal Wates; BSP, 15, asal Wates; AP; 15, asal Pengasih; MRP; 14, asal Pengasih; IFM, 17, asal Pengasih; dan AAF, 14, asal Pengasih. "Mereka semuanya masih berstatus pelajar SMP dan SMA," ucap Iptu Triatmi.
Selain berhasil mengamankan para remaja, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa satu buah besi pipih menyerupai pedang dan satu buah gir yang diikat dengan tali sabuk. Selain itu lima kendaraan bermotor juga diamankan sebagai barang bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum