Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Rombongan Bank Dunia Mengunjungi program percepatan penurunan stunting, di Dongkelan, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Senin (19/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Penurunan kasus stunting di Kabupaten Sleman dinilai cukup bagus untuk tingkat nasional. Sebagai bentuk apresiasi, perwakilan Bank Dunia datang langsung ke Dongkelan, Desa Sidorejo, Kapanewon Godean, Senin (19/9/2022).
Dusun Dongkelan merupakan lokasi program percepatan penurunan angka stunting. Dalam kunjungannya, rombongan Tim Bank Dunia berdialog secara langsung dengan masyarakat dalam kegiatan posyandu, kelas ibu hamil, pendidikan anak usia dini, kegiatan PKH, serta berinteraksi langsung dengan para pelaku yang terlibat dalam konvergensi stunting di padukuhan Dongkelan.
Eksekutif Direktur Bank Dunia, Parjiono, menjelaskan penurunan stunting merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian nasional.
BACA JUGA: Tak Berizin, Kafe di Atas Tanah Kas Desa Disegel
Berdasarkan hal tersebut. Sleman menjadi lokasi yang dikunjungi karena dinilai memiliki program penurunan stunting yang baik dan mampu menekan prevalensi stunting hingga di atas rata-rata nasional.
"Di Sleman programnya sangat bagus, jauh di atas rata-rata nasional. Bahkan, kami berbincang langsung dengan Bupati Sleman yang memiliki target hinggal lima persen pada 2024. Target ini cukup menantang. Tetapi setelah kami melihat langsung di lapangan terkait dengan metode yang dilakukan Sleman, kami yakin target tersebut dapat tercapai," katanya.
Parjiono menyebut bahwa setiap wilayah atau daerah memang memiliki karakteristik masing-masing. Namun pengalaman keberhasilan Sleman dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman, Danang Maharsa, menuturkan kunjungan dari Bank Dunia di Sleman diharapkan dapat memberikan wawasan terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan Pemkab Sleman dalan program percepatan penurunan stunting.
“Harapannya program percepatan penurunan stunting yang dilakukan Pemkab Sleman ini dapat menjadi perhatian dari Bank Dunia dan Pemerintah Pusat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.