Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Rumah bekas Kolonel Sugiyono / Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pahlawan Revolusi yang menjadi korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto berasal dari Kabupaten Gunungkidul. Dia lahir di Dusun Gedaren 1, Sumbergiri, Ponjong pada 12 Agustus 1926.
Peristiwa pemberontakan PKI sudah berlalu sejak puluhan tahun lalu. Namun warga Gedaren 1 masih ingat tentang sosok Kolonel Sugiyono yang merupakan pria asli wilayah ini. Warga khususnya yang berusia dewasa dengan mudahnya menunjukkan bekas rumah tempat tinggalnya mulai dari lahir hingga beranjak dewasa.
Meski demikian, rumah yang berada di samping bukit ini sudah tidak ada. Pasalnya, hanya menyisakan gapura lar badak di bagian depan. Sedangkan bagian dalam bangunannya sudah dirobohkan dan tinggal sebuah sumur tua.
Pekarangan yang ada banyak ditanami pohon jati dan rumput gajah. Danarta Kalurahan Sumbergiri, Guritno mengatakan, di perkarangan ini sempat ada bangunan rumah yang menjadi tempat tinggal Pahlawan Revolusi Kolonel Sugiyono.
Baca juga: Wings Food Buka Suara soal Temuan Pestisida di Mie Sedaap
“Memang dia [Kolonel Sugiyono] lahir dan besar disini karena orang tuanya Kasa Semito Rejo dan Sutiyah asli Gedaren,” kata Guritno kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).
Menurut dia, tanah yang ada sekarang ini sampai ke bukit di sebelah pekarangan merupakan milik anak dari Kolonel Sugiyono. “Dulu waktu mengurus sertifikat, setelah jadi saya yang mengantar ke Kota Jogja,” katanya.
Guritno menambahkan, warga di Gedaren masih banyak yang tahu bekas rumah dari Kolonel Sugiyono. Meski demikian, untuk cerita terkait masa kecilnya sudah hampir tidak ada karena banyak yang meninggal dunia. “Ya tahunya di pekarangan ini, Kolonel Sugiyono pernah tinggal dan besar di sini,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh keponakan Kolonel Sugiyono, Eni Murdiani, yang juga warga Gendaren 1. Menurut dia, ayahnya sudah lama meninggal sehingga tidak ada yang tahu persis tentang Sang Pahlawan.
Eni hanya tahu bahwa Kolonel Sugiyono merupakan anak kesembilan dari pasangan Semitorejo. “Ada sebelas bersaudara. Ayah saya lebih tua dan memanggilnya [Kolonel Sugiyono] om,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.