Kalurahan Parangtritis Ubah APBKal usai Kelola Retribusi Pantai
Kalurahan Parangtritis mengubah APBKal 2026 untuk membiayai operasional petugas retribusi usai menerima penugasan pengelolaan TPR.
Arak-arakan pergantian bergodo yang berjaga di kawasan Malioboro, Jogja, Minggu (9/10/2022). Kehadiran dan peran bergodo di kawasan itu untuk mengedukasi konsep sumbu filosofi kepada wisatawan./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY berupaya menghadirkan ciri khas Jogja dengan menempatkan bergodo di kawasan Malioboro untuk memberikan pelayanan kepada para wisatawan. Awalnya bergodo ditempatkan di lokasi itu untuk mengawasi dan mengimbau wisatawan dalam penegakan protokol kesehatan, seiring berjalannya waktu dan pandemi yang mulai menurun, bergodo tetap eksis untuk melayani wisatawan dalam hal informasi dan atraksi pariwisata serta edukasi sumbu filosofi.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar DIY, Kurniawan, menjelaskan bergodo jaga Malioboro pertama kali diperkenalkan pada 2020 lalu sebagai bagian dari pariwisata dan penerapan era normal baru. Mereka bertugas setiap akhir pekan (Sabtu–Minggu) mulai jam 16.00 sampai dengan pukul 21.00 yang terbagi di 5 Zona sepanjang Jalan Malioboro, Zona I di Depan Hotel Inna Garuda , Zona II di Depan Mall Malioboro, Zona III di Depan TIC Malioboro, Zona VI di depan Batik Terang Bulan dan yang ke V di kawasan Nol Kilometer.
"Selain bertugas untuk membantu pengunjung dalam melaksanakan pranata anyar di kawasan Malioboro dengan penegakan prokes, pengunjung juga bisa swafoto dengan bergodo secara gratis," ucapnya, Senin (10/10/2022).
Bergodo yang berjaga di kawasan itu dijadwalkan bergantian dari sejumlah area yang berada di seputaran kawasan Malioboro, yakni dari Kelurahan Sosromenduran ada dua bergodo, yakni Bergodo Saeko Kapthi dan Bergodo Wirososro. Sedangkan dari Kelurahan Ngampilan dengan Bergodo Reksawinanga dan dari Kelurahan Suryatmajan bernama Bergodo Suryatmajan. Kehadiran bergodo ini kian melengkapi pariwisata yang ada di wilayah setempat karena cukup banyak wisatawan yang ingin mengabadikan momen bersama para bergodo.
BACA JUGA: Guru Tewas Diduga Dipukul Kakak Kandung, Pelakunya Pernah Dirawat di RS Ghrasia
"Mereka juga telah kami latih dengan dasar-dasar hospitality sehingga sudah paham bagaimana melayani wisatawan dengan optimal," kata Wawan.
Wawan menjelaskan, hadirnya personel bergodo di kawasan Malioboro kian menegaskan filosofi pariwisata yang diusung oleh Jogja yakni mengandalkan kekayaan tradisi dan budaya yang telah ada sejak bertahun-tahun lalu. Ciri khas ini yang coba dikenalkan kembali kepada para wisatawan. Dikolaborasikan juga dengan konsep pelayanan pariwisata di masa sekarang agar tetap relevan dan menambah pengalaman pengunjung saat datang ke jantung pusat Kota Jogja itu.
"Dengan berubahnya kondisi, peran bergodo sudah bergeser dan bertambah sebagai agen informasi wisata sekaligus mengedukasi wisatawan berkaitan dengan sumbu filosofi serta budaya hidup bersih di kawasan itu," ujarnya.
Wawan menyebutkan, apalagi Malioboro sebagai ikon yang berada di kawasan sumbu filosofi peran dan daya tariknya sangat kuat bagi wisatawan luar daerah. Ditambah pula dengan adanya pengajuan sumbu filosofi ke UNESCO untuk dijadikan sebagai warisan dunia tak benda, peran bergodo menjadi penting untuk mengenalkan konsep-konsep dan filosofi yang ada di seputaran kawasan tersebut.
Pergantian jadwal penjagaan dari petugas bergodo satu dengan yang lain juga menampilkan arak-arakan dengan iringan musik yang khas di kawasan Malioboro. Pada akhir pekan lalu, giliran bergodo yang berjaga adalah dari Kelurahan Suryatmajan dengan Bergodo Suryatmojo. Ketua Paguyuban Bergodo Suryatmojo, Adi Nurwidiyanto, menyebutkan proses pergantian bergodo dimulai dengan arak-arakan dari gedung DPRD DIY ke komplek kepatihan.
BACA JUGA: Menangkal Hoaks Politik, Menggalang Kerja Kolaboratif
"Setelahnya baru diberikan pembekalan singkat dan pembagian untuk personel yang berjaga di titik-titik kawasan Malioboro," katanya.
Menurut Adi, beberapa waktu lalu empat bergodo yang berjaga di kawasan Malioboro juga telah dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang konsep sumbu filosofi. Mereka mengikuti workshop selama lima hari dengan tujuan untuk semakin mengenal budaya Jogja dan pengetahuan mengenai sumbu filosofi agar dapat dibagikan kepada para wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Parangtritis mengubah APBKal 2026 untuk membiayai operasional petugas retribusi usai menerima penugasan pengelolaan TPR.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya membangun bisnis berbasis nilai dan kepercayaan dalam era ekonomi modern.
Kejagung mengungkap kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tambang terkait Samin Tan mencapai Rp17,7 triliun berdasarkan hasil audit.