9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sumbangan sebesar Rp1,5 juta rupiah per murid di SMA Negeri 1 Semin dikeluhkan wali murid. Adanya permasalahan ini, Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul menginstruksikan agar sumbangan tersebut dibatalkan.
Salah seorang wali murid di SMA Negeri 1 Semin, Iswanto mengatakan, permasalahan sumbangan mencuat pada saat ada pertemuan wali murid dengan komite sekolah pada Sabtu (14/10/2022). Ia mengaku tidak bisa hadir karena harus berkerja sedangkan pertemuan ini dihadiri oleh istrinya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut dipaparkan rencana penambahan fasilitas sekolah yang membutuhkan biaya sekitar Rp800 juta. Setelah itu, diinformasikan kepada wali murid yang diminta sumbangan Rp1,5 juta per anak.
“Tidak ada sosialiasi dan proses diskusi karena langsung dipatok sumbangan Rp1,5 juta. Rencananya untuk penambahan lapangan serta fasilitas toilet,” kata Iswanto, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA: Waspada Banjir, BMKG DIY Proyeksikan Hujan Sedang-Lebat Sampai Awal November
Menurut dia, nominal tersebut dinilai terlalu besar. sedangkan dari sisi ekonomi juga masih terimbas dampak dari pandemi Covid-19.
Hal yang memberatkan lagi, wali murid hanya diberikan waktu hingga akhir Desember untuk membayar sumbangan tersebut. “Namanya sumbangan harusnya sukarela, tapi ini kok sudah ditentukan besarannya,” katanya.
Iswanto menambahkan, sumbangan yang diminta komite sekolah bukan yang pertama. Pasalnya, setiap tahun ada sumbangan untuk pembangunan.
Sebagai contoh, kata dia, tahun lalu setiap siswa ditarik sumbangan sebesar Rp1,2 juta yang diangsur sebanyak tiga kali. “Saya masih simpan bukti kuitansi sumbangan untuk 2021,” katanya.
Tindak lanjut atas keberatan sumbangan ini, Iswanto mengakui sudah pertemuan dengan komite sekolah yang berlangsung pada Senin (18/10/2022) sore. Total ada sekitar 30 perwakilan dari murid yang menyampaikan keberatan atas kebijakan tersebut.
“Saya ikut hadir dan ada kesepakatan sumbangan yang diberikan sukarela tanpa mematok nominal,” katanya.
Kepala SMA Negeri 1 Semin, Tiya belum bisa dikonfirmasi terkait dengan permasalahan ini. Pasalnya, saat dimintai konfirmasi ke sekolahan, yang bersangkutan sedang keluar.
Upaya menunggu kepala sekolah sudah dilakukan sekitar 1,5 jam, tapi yang bersangkutan belum juga datang ke sekolahan. “Tadi waktu datang, bapak kebetulan baru pergi. Tapi, sekarang juga belum balik ke sekolah lagi,” kata Satpam di SMA Negeri 1 Semin.
Terpisah, Kepala Balai Dikmen Gunungkidul, Agus Muchidarto mengatakan, sudah mendegar permasalahan terkait dengan rencana pembangunan fasilitas sekolah di SMA Negeri 1 Semin. Menurut dia sudah mengistruksikan agar dibatalkan.
“Masih belum dilaksanakan sehingga sudah saya instruksikan untuk dibatalkan,” kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Kompolnas mengajak masyarakat mengawasi penyidikan kasus dugaan korupsi batu bara PLTU agar penegakan hukum berjalan profesional dan transparan.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.