Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA -- Dua pelajar di Jogja jadi korban pembacokan dengan celurit, Minggu (23/10/2022). Pembacokan itu berawal dari korban dan pelaku saling ejek lalu cekcok.
Korban penganiayaan tersebut adalah ETS, 14, warga Sinduadi, Sleman dan MEA, 15, warga Gedongtengen, Jogja. Sedangkan pelaku adalah N, 24, warga Gedong tengen.
BACA JUGA : Remaja Tewas Dihantam Gir
Informasi yang didapatkan, awalnya pelaku dan korban terjadi saling ejek dan berniat menyelesaikan masalah tersebut, di Balai Warga Gedongtengen, Minggu siang.
Namun, karena tak ada titik temu dan mengganggu warga sekitar, pelaku dan korban menyelesaikan masalah tersebut di halaman SMKN 1 Jogja.
Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan peristiwa penganiayaan terjadi di Halaman SMKN 1 Jogja. Pelaku N yang ditemani saksi S sempat menemukan kesepakatan dengan korban untuk menyelesaikan masalah.
"Tapi saat itu saksi S berbicara dengan korban. Pelaku saat bersamaan mengayunkan senjata tajam berupa Celurit ke MEA dan ETS," kata Timbul.
Akibatnya, ETS mengalami luka robek di bagian kepala sebelah atas dahi dan harus dijahit oleh tenaga medis. Sedangkan MEA juga mengalami luka sobek di bagian kepala kiri.
Dua korban tersebut saat kejadian langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah. Lalu, pelaku N ditangkap personel Polresta Jogja pada Senin (24/10/2022) sekira pukul 02.00 WIB.
"Barang bukti yang kami sedang cari ada satu bilah celurit yang diakui pelaku telah dibuang di sekitaran sungai area Demak Ijo, dan hingga saat ini belum ditemukan," jelas Timbul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi