BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Ilustrasi tanah longsor/Okezone
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memberikan warning atau peringatan kepada semua pengelola objek wisata terutama objek wisata yang berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan hingga awal tahun depan.
“Sudah kita berikan imbauan kepada pengelola wisata untuk antisipasi bencana hidrometeorologi dan mengutamakan keselamatan wisatawan,” kata Kepala Dinas Parwsiata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, saat dihubungi Kamis (3/11/2022)
Kwintarto mengatakan pengelola wisata untuk selalu memperbaharui informasi terkait cuaca khususnya objek wisata di kawasan rawan longsor seperti di Dlingo dan sekitarnya, serta objek wisata di pinggir kali untuk selalu memantau setiap saat jika terjadi banjir.
Ia mengapresiasi para pengelola wisata yang sudah melakukan pengecekan seperti tempat swafoto yang berada di bibir jurang untuk memastikan fasilitas tersebut benar-benar aman. Kwintarto meminta pengelola objek wisata juga selalu memperbaiki semua fasilitas wisata untuk memastikan keamanan bagi wisatawan.
BACA JUGA: Mediasi Kasus SDN Purwomartani, Sekolah Minta Maaf
Pengecekan bisa dilakukan di hari-hari biasa yang sepi pengunjung atau bukan waktu libur, “Waktu pengunjung sepi tersebut dapat dimanfaatkan pengelola wisata untuk memeriksa dan memperbaiki fasilitas untuk wisatawan,” ujarnya.
Ketua Koperasi Notowono atau komunitas yang membawahi sejumlah objek wisata di Dlingo, Purwo Harsono mengatakan memasuki musim penghujan ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan fasilitas-fasilitas bagi wisatawan yang rawan roboh baik akibat tanah longsor maupun termakan usia.
“Sudah kita cek satu per satu, bangunan tempat swafoto yang usianya sudah tua dan rapuh diganti dengan yang baru sehingga tidak membahayakan wisatawan,” katanya.
Selain itu sejumlah tempat yang kemungkinan rawan longsor juga sudah diberi papan peringatan untuk tidak mendekati lokasi tersebut. Tidak hanya memasang papan informasi, namun petugas juga disiagakan di masing-masing objek wisata untuk memberitahukan wisatawan agar tidak mendekat tebing.
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengaku sudah beberapa kali mendapatkan imbauan dari Dinas Pariwsiata terkait keamanan wisatawan yang harus menjadi perioritas, terlebih di musim penghujan ini yang rawan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, luapan sungai, pohon tumbang, dan angin kencang.
“Kami selalu diingatkan oleh Dinas Pariwisata Bantul untuk benar-benar mengutamakan keselamatan wisatawan,” tandas Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Brian Uriarte mengunci gelar Rookie Terbaik Moto3 2026 setelah finis ke-14 di Qatar. Veda Ega menempati posisi kedua klasemen rookie.
Inter Milan mengalahkan Como 2-0 lewat gol Pio Esposito dan Marcus Thuram. Nerazzurri kini mengoleksi 28 poin di Liga Italia.
BMKG mengeluarkan peringatan hujan lebat disertai petir di empat kecamatan di DIY pada Senin dini hari, 9 November 2026.
Kelurahan Terban Jogja menggelar penyuluhan KUHP dan KUHAP sekaligus mengenalkan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.