Advertisement

Mediasi Kasus SDN Purwomartani, Sekolah Minta Maaf

Lugas Subarkah
Kamis, 03 November 2022 - 14:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mediasi Kasus SDN Purwomartani, Sekolah Minta Maaf PJ Kepala Sekolah SDN Purwomartani, Lasini, meminta maaf kepada orang tua siswa korban intimidasi, di Dinas Pendidikan Sleman, Kamis (3/11/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan Sleman memediasi pihak orang tua siswa dan sekolah dalam kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh sekolah kepada salah seorang orang tua siswa SDN Purwomartani berkaitan dengan proposal pembangunan sarpras sekolah Rp300 juta, Kamis (3/11/2022).

Dalam mediasi ini hadir PJ Kepala Sekolah SDN Purwomartani, Komite SDN Purwomartani, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, orang tua siswa yang menjadi korban intimidasi beserta pendampingnya. Pihak sekolah mengakui kesalahannya dan meminta maaf dalam pertemuan ini.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

PJ Kepala Sekolah SDN Purwomartani, Lasini, mengatakan dirinya mengaku salah dan meminta maaf kepada orang tua siswa. “Jika dianggap salah, kami mengakui dan minta maaf. Insyaallah kedepan tidak akan mengulangi lagi, ini menjadi pembelajaran bagi kami,” ujarnya.

Ia juga memastikan orang tua siswa yang menjadi korban intimidasi tersebut maupun anaknya tidak akan mendapat intimidasi lagi dalam bentuk apapun di sekolah setelah pengaduan ini. “Kami di sekolah bisa menjamin untuk keamanan putra-putri Bu Dian, sampai sekarang perlakuannya tetap sama seperti anak-anak yang lain,” katanya.

Baca juga: Orang Tua Siswa SD di Sleman Diduga Diintimidasi Pihak Sekolah, Begini Respons Pemda

Terkait dengan proposal, ia mengakui kegiatan tersebut telah telah ada sejak kepemimipinan Kepala Sekolah sebelumnya yang merupakan program dari Komite. Adapun Lasini baru menjadi PJ Kepala Sekolah SDN Purwomartani per 1 Juni 2022.

“Pada saat saya datang, keadaan halaman pohon-pohon sudah terpotong. Ini untuk meluruskan berita yang beredar saja. Itu yang melaksanakan Kepala Sekolah yang lama. Program yang beredar berupa proposal itu program dari Komite Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, mengatakan berkaitan dengan proposal akan dikaji ulang. Meski demikian ia memastikan dalam sumbangan semacam itu sifatnya tidak wajib dan tidak mengikat orang tua siswa.

Advertisement

“Sehingga tidak mengikat dan seandainya tidak menyumbang tidak apa-apa. Misalkan punya program dari komite menggalang dana katakanlah untuk studi Rp300 juta tapi dapatnya Rp100 juta, ya Rp100 juta itu yang dilaksanakan. Selenggarakan secara transparan dan harus dimusyawarahkan,” katanya.

Ia berharap kasus ini tidak berlarut sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran para siswa di SDN Purwomartani. Orang tua siswa juga diharapkan bisa kembali pulih secara psikis. “Putra-putrinya juga kami jamin pasti mendapat pelayanan seperti yang lain,” ujarnya.

Kronologi

Advertisement

Diberitakan sebelumnya, salah satu orang tua siswa di SD Negeri di Sleman berinisial DES mengaku diintimidasi pihak sekolah. Dugaan intimidasi ini DES dapatkan setelah meneruskan pesan WA dari nomor tidak dikenal ke WA grup paguyuban sekolah. Pesan ini terkait dengan pembangunan sarana dan prasarana sekolah senilai Rp300 juta pada 12 Oktober 2022.

Kemudian dia dipanggil oleh pihak sekolah dan dihadapkan langsung dengan kepala sekolah serta delapan anggota komite sekolah pada 22 Oktober 2022. Dia dicecar berbagai pertanyaan sekitar dua jam.

Pendamping pelapor, Katarina Susi mengatakan kasus ini berawal dari pemanggilan DES menghadap kepala sekolah tanpa diberi tahu pemanggilan ini terkait dengan apa. DES berfikir pemanggilan ini terkait dengan anaknya di sekolah. "Ternyata di sekolah dia harus berhadapan dengan kepala sekolah dan komite dan ditanyalah ini kok ada berita pencemaran nama baik terkait proposal," ucapnya.

DES adalah yang pertama kali meneruskan pesan kaleng tersebut ke grup paguyuban. Sehingga dianggap menyebarkan berita bohong. Pemanggilan kembali dilakukan oleh sekolah pada 27 Oktober 2022. "Menurut sekolah berita bohong dan pencemaran sekolah."

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

FKY Bisa Jadi Wadah Promosi untuk UMKM DIY

FKY Bisa Jadi Wadah Promosi untuk UMKM DIY

Jogjapolitan | 13 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Bantul Hujan Tipis

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 08:07 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement