Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Ilustrasi. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA - Sedikitnya 260 kelompok tani akan menampilkan beragam produk pangan yang dihasilkan dalam Gelar Potensi Pertanian yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja pada 18-20 November 2022 mendatang.
Selain pameran hasil tani dan pangan lokal, acara ini juga mengadakan kontes ikan dan tanaman hias.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana mengatakan, Gelar Potensi Pertanian tahun ini mengambil tema Jogja Sadar Kalori.
Tema ini diangkat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan kalori pada tubuh untuk mencegah dan menekan angka stunting.
"Semangat itu nantinya kami hadirkan lewat sajian kudapan tradisional oleh sejumlah kelurahan dengan bahan baku non gandum dan beras. Sekaligus untuk menggali kekayaan makanan tradisional yang berasal dari bahan itu," kata Suyana, Selasa (15/11/2022).
Dalam acara ini nantinya juga terdapat Festival Pangan Lokal yang bertujuan memunculkan kembali konsumsi makanan tradisional, menghindari ketergantungan terhadap gandum dan beras, serta mendukung UKM pangan lokal Gandeng-Gendong.
Pemahaman masyarakat diharapkan meningkat untuk menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di kehidupan sehari-hari.
"Nanti juga ada lomba olahan pangan lokal dengan juri yang berasal dari akademisi, chef profesional, dan influencer kuliner. Karena itu, seluruh peserta tidak hanya ditutut menyajikan makanan enak tapi juga wajib memenuhi kebutuhan kalori," jelasnya.
Pada hari kedua akan dimeriahkan dengan kontes ikan guppy, dengan kriteria penilaian meliputi kesehatan ikan, keaktifan ikan, gaya renang dan lebar bukaan ekor.
Sementara pada hari terakhir dengan kontes khusus tanaman hias meliputi anggrek dan aglonema.
"Kami ingin mengingatkan kepada masyarakat sekaligus bahwa potensi pertanian dan pangan itu tetap terbuka meskipun di perkotaan. Luas Jogja yang minim, tentu bukan jadi alasan untuk tidak mengembangkan produk pertanian dan pangan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.