Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Anita Verawati (tengah) dalam Temu Media Ngayogjazz, di Hotel Alana, Sleman, Kamis (17/11/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN— Ngayogjazz kembali digelar tahun ini. Event musik jaz itu digelar di Cibuk Kidul, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan.
Lebih dari 45 musikus jaz akan tampil menghibur masyarakat secara gratis. Event ini diharapkan dapat meningkatkan geliat pariwisata dan ekonomi di Sleman maupun DIY.
Ngayogjazz 2022 mengangkat tema Kena Jazz-e, Tetep Bening Banyune. Tema ini diambil dari falsafah Jawa yang berbunyi kena iwak-e, tetep bening banyune. Dalam bahasa Indonesia ungkapan ini berarti menangkap ikannya tapi jangan membuat keruh airnya.
Jika dikontekstualkan pada kondisi saat ini, manusia terkadang hanya mementingkan diri sendiri dan kerap merugikan orang lain atau lingkungan di sekitarnya.
Hal ini menjadi pengingat bagi Ngayogjazz agar tetap menjadi sebuah festival, tetapi tetap menjaga budaya dan tradisi yang sudah diwariskan.
BACA JUGA: Perbaiki Kualitas Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku
Tema ini juga bersangkutan dengan lokasi Ngayogjazz kali ini, Cibuk Kidul, yang dikenal dengan budi daya perikanan. Di dusun yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Jogja ini, mengalir sumber air yang melimpah yang dimanfaatkan warga untuk pertanian, kolam perikanan dan program wisata.
Ngayogjazz 2022 akan berlangsung pukul 13.00 WIB-22.00 WIB. sejumlah penampil yang turut meramaikan gelaran ini diantaranya Barry Likumahuwa Jazz Connection, Nonaria X Dua Empat, Monita Tahalea, Irsa Destiwi Quintet, Kua Etnika ft. Bonita, Sandrums x Sri Hanuraga ft. Rodrigo Parejo (Spanyol), NJJO & Maarten Hogenhius (Belanda) dan masih banyak lagi.
Board Ngayogjazz, Aji Wartono, menuturkan Ngayogjazz bertujuan sebagai peristiwa budaya yang bisa dinikmati oleh semua orang. “Semua bisa menggunakan Ngayogjazz sebagai ekspresinya. Tidak hanya komunitas musik, apapun. Kemudian warga bahkan dari pemerintahan, akademik, semua bisa menggunakan Ngayogjazz ini untuk apa saja,” katanya, Kamis (17/11/2022).
Meski tak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, Ngayogjazz kali ini lebih banyak komunitas yang hadir baik dari Jogja maupun luar Jogja serta semakin banyak musikus yang berkolaborasi.
"Jika pada Ngayogjazz sebelumnya hanya menghadirkan 12 komunitas, kali ini ada 18 komunitas," kata dia.
Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Anita Verawati, berharap Ngayogjazz dapat menggerakkan kembali pariwisata dan perekonomian di DIY secara umum dan di Cibuk Kidul secara khusus. “Kami harapkan dapat memberikan efek yang luas,” katanya.
BACA JUGA: RM BTS Siap Rilis Album Solo “Indigo”
Dalam Ngayogjazz, menurutnya musik jaz menjadi lebih inklusif dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. “Biasanya kalau jaz identik dengan kalangan tertentu. Dengan Ngayogjazz ternyata jaz bisa milik semua masyarakat,” ujarnya.
Warga Cibuk Kidul, Widodo, mengatakan Cibuk Kidul memiliki potensi pertanian dan perikanan. Produk andalan perikanan Cibuk Kidul yakni ikan nila. Produksi ikan nila juga diolah warga menjadi kuliner khas yang unik yakni dawet nila.
“Ada olahan lain, seperti onde-onde nila dan olahan nila biasa. Di Cibuk Kidul juga ada kuliner yang tidak ada di tempat lain yakni Jenang Putih. Bahannya dari tepung beras lalu dimasak dengan proses tertentu sehingga didapatkan makanan yang lezat. Bisa dicicipi di Ngayogjazz,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.
Daftar agenda Jogja Juli 2026: IFBC, festival layangan, geopark night, INACRAFT hingga scooter parade. Gratis dan seru!
Pemkab Bantul turunkan tiket pantai barat jadi Rp5.000 mulai 1 Juli 2026. Strategi dongkrak wisata dan ekonomi pesisir.
Program BSPS naik jadi 400 ribu unit. Pemerintah beri KUR bunga rendah dan pembiayaan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.