Jalan ke Gua Pindul Gunungkidul Rusak Parah, Wisatawan Terancam Kabur
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Sejumlah pekerja sedang melakukan pemerataan tanah lapangan dalam penataan Alun-Alun Wonosari. Kamis (24/11/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Komisi C DPRD Gunungkidul mengingatkan Pemkab terkait dengan pembangunan infrastrktur di Bumi Handayani.
Memasuki akhir tahun diharapakan pembangunan tidak hanya asal selesai, namun dari sisi kualitas juga harus diperhatikan.
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Sumaryanta mengatakan, masih banyak pembangunan infrastruktur milik pemkab yang belum selesai. Padahal, menurut dia, waktu pengerjaan tidak banyak karena target akhir tahun harus selesai semua.
“Ada penataan wajah kota yang mengganti ikon pengendang dengan tobong gamping. Lalu ada juga penataan alun-alun dan lain sebagainya,” kata Maryanta, Kamis (24/11/2022).
Dia mencontohkan, program yang pembangunannya belum sesuai harapan terlihat dari penataan Alun-Alun Wonosari. Maryanta menilai pelaksanaan masih semrawut dan terkesan acak-acakan. “Njenengan [kamu] bisa lihat sendiri bagaimana perkembangannya belum signifikan,” katanya.
BACA JUGA: Peminat P3K Nakes Gunungkidul Banyak, Formasinya Sedikit
Dia mengakui masih ada waktu untuk mengebut pengerjaan. Diharapkan sebelum akhir tahun bisa selesai semua sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani bersama.
Meski demikian, Maryanta mengingatkan bahwa pengerjaan tidak hanya asal selesai, tapi kualitas dari yang dikerjakan bisa dipertanggungjawabkan.
“Ini berlaku untuk semua, tidak hanya penataan di kawasan alun-alun. Kalau hasilnya, jelek jangan diterima karena pengerjaan tidak hanya selesai, tapi juga berkualitas,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, setiap hari terus mengawasi pelaksanaan pembangunan di kawasan Alun-Alun Wonosari, tepatnya di depan kantor pemkab. Menurut dia, progres pembangunan sudah baik sehingga optimistis bisa selesai tepat waktu. “Kontraknya sampai 10 Desember dan kami yakin bisa selesai,” katanya.
Hary mengungkapkan pengerjaan tinggal memasang jogging track serta merapikan rumput di alun-alun. Dia pun menyakini tidak ada halangan untuk pengerjaan sehingga dapat selesai tepat waktu.
Disinggung mengenai kualitas dari pengerajaan, ia bersama-sama dengan pengawas terus melakukan monitoring terkait dengan pembangunan. Selain itu, didalam dokumen kerja sama yang tertuang dalam kontrak sudah tertuang spesifikasi terkait dengan standarisasi dan prosedur pengerjaan.
“Lihat saja kontraknya, kan ada rinciannya. Kalau tidak sesuai, maka kami tidak akan menerimanya. Yang jelas, akan dipastikan bahwa spesifikasi untuk kualitasnya sesuai dengan yang tertera dalam kontrak,” kata mantan Sekretaris Satpol PP ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI untuk mengawal ekspor batu bara, sawit, dan fero alloy.
Laki Code 2026 menyajikan berbagai kompetisi menarik bagi para peserta, di antaranya Vario Modification Contest, E-SportCompetition, Band Competition
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.