Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Petugas mengevakuasi jasad yang ditemukan di Pantai Goa Cemara Pada Rabu, (30/11/2022)/Ist-Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Wisatawan Pantai Goa Cemara di Bantul digegerkan dengan penemuan mayat yang mengambang di Pantai Goa Cemara, Dusun Patihan, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Bantul pada Rabu, (30/11/2022).
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widayana, mengatakan penemuan mayat tersebut terjadi ketika seorang wisatawan bernama Ardinta merekam situasi Pantai Goa Cemara.
Sekitar pukul 14.50 WIB, dia kembali merekam untuk kali ketiga. Dalam rekaman terakhir itu dia menangkap seseorang yang mengambang di perairan pantai.
BACA JUGA: Kasus HIV/AIDS Sleman Paling Banyak Tersebar di Depok dan Mlati
Wisatawan tersebut bersama temannya kemudian melaporkan kejadian itu kepada pemancing di sekitar pantai. Pemancing tersebut lantas menghubungi tim SAR Pantai Goa Cemara.
Dengan cepat petugas lalu mengevakuasi korban dan selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Sanden dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bantul. Belakangan diketahui korban bernama Kunto Raharjo, 48, warga Trimurti, Srandakan. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Hingga kini, penyebab korban meninggal hingga ditemukan di pantai belum diketahui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.