Rupiah Tembus Rp17.000, Ekonom UMY Soroti Tekanan Global
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
HIV/AIDS/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyebut kasus HIV/AIDS paling tinggi ada di daerah yang banyak kerumunan dan tempat hiburan seperti Depok dan Mlati. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama.
Dia menjelaskan Dinkes Sleman berupaya menjaring kasus HIV sehingga jumlahnya meningkat. Sama dengan permasalahan kesehatan jiwa di Sleman yang meningkat karena dicari sehingga meningkat dalam pencatatannya.
"Tapi bagus [HIV meningkat] kalau AIDS nya yang tinggi berarti kami telat. Kalau HIV yang tinggi berarti kami temukan dengan cepat," ucapnya, Rabu (30/11/2022).
Cahya meminta agar masyarakat Sleman terus waspada, tidak berganti-ganti pasangan. Seks sesama jenis menurutnya juga berisiko mengalami HIV.
"Ya sekitar Depok, Mlati yang banyak kerumunan, tempat hiburan [kasus tertinggi]," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan perlu ada keterbukaan dari yang bersangkutan untuk berkonsultasi. Saat ini semua puskesmas sudah punya layanan HIV untuk mendeteksi. Jika dinyatakan positif nanti akan dilakukan pendampingan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
"Selain itu juga pengobatan Antiretroviral (ARV) supaya sustain. Kami sudah bagus. Puskesmas Depok III penangannya sudah cukup masif dan diminati. Makanya terkenal dengan puskesmas Pelangi."
BACA JUGA: Sudah Usang, Plafon Ruang Kelas SDN Sendangsari Patuk Ambrol
Menurutnya pemicu paling banyak adalah hubungan seks yang tidak sehat. "Karena HIV tidak ditularkan lewat udara, enggak ditularkan lewat bersentuhan, tapi dia lewat darah, lewat jarum suntik lewat berhubungan seks, ya lewat itu," lanjutnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan data penemuan HIV di Kabupaten Sleman tahun 2022 sejumlah 156 kasus baru dan 15 Kasus AIDS. Temuan kasus HIV dan AIDS, kata Yuli, meningkat dibanding 2021.
"Tahun 2022 ini situasi sudah new normal, sehingga kegiatan skrining HIV berjalan dengan baik. Kabupaten Sleman dalam hal ini semua puskesmas sudah mampu untuk pemeriksaan HIV dan ada beberapa RS yang telah terlatih untuk melakukan pemeriksaan tes HIV," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.