Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses persiapan pembangunan tol Jogja-YIA terus berlanjut. Desain tol yang dimulai dari junction atau simpang susun Sleman di Tirtoadi hingga YIA Kulonprogo itu akan melintasi Ringroad Barat secara elevated atau melayang. Beberapa lahan di sekitarnya pun terdampak.
Otoritas kontraktor proyek tol, Humas Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Rachmat Jasiman, menjelaskan lebar jalan tol yang ada di atas Ringroad yakni totalnya 30 meter. “Kebutuhan lahan totalnya kurang-lebih 30 meter, sedangkan lebar jalan 25 meter,” ujarnya, Rabu (7/12/2022).
Lebar lahan yang dibutuhkan tersebut melebihi lebar ruas Ringroad. Jika lebar Ringroad sebesar 21 meter, maka di kanan dan kiri Ringroad masih dibutuhkan masing-masing 4,5 meter untuk proyek tol Jogja-Solo seksi 3 ini, sehingga setiap lahan dan bangunan dengan jarak tersebut dari Ringroad di trase yang sudah ditentutkan akan terdampak.
BACA JUGA: UMK Kabupaten/Kota di DIY Ditetapkan, Ini Besaran dan Total Kenaikannya
Jalan tol yang melintasi Ringroad ini dimulai dari Kalurahan Trihanggo, kemudian Nogotirto, melewati simpang empat Demak Ijo, kemudian Banyuraden, lalu berbelok di Ambarketawang sebelum memasuki Jalan Wates. Setelah belokan tersebut terdapat pintu keluar tol pertama yang mengarah ke Jalan Wates di sebelah selatan.
Sosialisasi pembebasan lahan juga masih berlanjut pada Rabu (7/12/2022). Kali ini pemilik dari sebanyak 427 bidang dengan total luasan 16,7 hektare lahan terdampak menjadi sasaran sosialisasi. Dalam sosialisasi hari ke tiga di wilayah Sleman ini, tidak ada penolakan atau keberatan dari warga.
Perwakilan dari JMM dalam sosialisasi ini, Hamim, menuturkan wilayah Ambarketawang berada sebelum pintu keluar Gamping. tol Jogja-YIA memiliki jarak 38,57 Km, sehingga dengan estimasi kecepatan 100 km/jam, warga Jogja dapat ke YIA hanya dalam 15-20 menit.
“Lebar jalan di sesi 3 ini desainnya untuk 100 km/jam. Artinya dengan kecepatan 100 km/jam masih nyaman. Tapi ada juga tol yang hanya didesain dengan kecepatan 80 km/jam. Untuk jumlah lajur 2X2. Nanti dinyatakan layak untuk penambahan lajur baru 2X3, artinya sisi kiri tiga, sisi kanan tiga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.