Jadwal SIM Sleman Malam Ini Sabtu 17 Oktober 2026 di SCH, Cek Lengkapnya
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 17 Oktober 2026, warga dapat memanfaatkan layanan di Lobby Sleman City Hall
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA — Sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat leptospirosis di wilayah DIY sejak Januari-November 2022. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis terutama saat musim hujan.
Berdasarkan data Dinkes DIY leptospirosis hingga November 2022 sebanyak 181 kasus di wilayah DIY dan 10 kasus meninggal dunia. Terdiri atas Sleman sebanyak 33 kasus dan tiga meninggal dunia, Bantul ada 102 kasus dengan satu meninggal dunia, Gunungkidul ada 27 kasus dengan tiga meninggal dunia. Kemudian Kulonprogo ada 10 kasus sebanyak satu meninggal dunia dan sembilan kasus dengan dua meninggal dunia di Kota Jogja.
BACA JUGA : Awas Leptospirosis! Sudah 6 Warga Jogja Terpapar
Jika dirinci per bulan jumlah kasus pada Januari sebanyak 12 kasus, Februari 7 kasus, Maret 21 kasus, April 33 kasus, Mei 19 kasus dan Juni sebanyak 29 kasus. Kemudian Juli sebanyak 15 kasus, Agustus 12 kasus, September 6 kasus, Oktober 14 kasus, November ada 13 kasus leptosfirosis untuk seluruh DIY.
“Jumlah kasus 181, ada 10 meninggal dunia dari Januari hingga November 2022. Angka kesakitan berdasarkan jumlah penduduk di angka 4,71 persen dan angka kematian di angka 5,52 persen,” kata Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY Setyarini Hestu Lestari, Minggu (11/12/2022).
Hestu mengimbau masyarakat DIY untuk mewaspadai leptospirosis terutama saat musim hujan. Karena ada beberapa daerah DIY yang menjadi kantung lepstospirosis terutama ketika air sangat melimpah. Adapun kantung itu seperti berada di wilayah Sleman, Bantul terutama di area persawahan dan dataran rendah.
“Seperti persawahan ada aliran air ini yang perlu diwaspadai untuk penyebaran leptospirosis,” katanya.
BACA JUGA : Dua Warga Kota Jogja Meninggal Dunia karena Leptospirosis
Tingginya kasus leptospirosis memang lebih banyak terjadi saat bulan di musim hujan. Karena penyebaran bakteri leptospira yang biasanya berasal dari air kencing tikus sebagai penyebab leptofirosis lebih banyak penyebarannya lewat air.
“Oleh karena itu kami mengimbau kepada masyarakat agar menjaga pola hidup bersih dan sehat, misalnya dari sawah atau terkena air, sebaiknya mencuci hingga bersih untuk mencegah penularan atau terinfeksi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 17 Oktober 2026, warga dapat memanfaatkan layanan di Lobby Sleman City Hall
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.