Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Jogja Data Usaha Digital
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Veronica Ambar, Kepala Disdag Kota Jogja (kiri) dan Sugeng Darmanto, Kepala DLH Kota Jogja, dalam sosialisasi pengolahan sampah di pasar rakyat, Kamis (15/12/2022)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan Kota Jogja bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja menyelenggarakan sosialisasi pengolahan sampah di pasar rakyat, Kamis (15/12/2022). Peran paguyuban pedagang pasar, koordinator pasar dan petugas kebersihan pasar rakyat di Kota Jogja untuk dapat mewujudkan nol sampah anorganik tahun 2023.
Veronica Ambar, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja menyampaikan setiap hari 29 pasar tradisional menyumbang sampah pasar sekitar 10% dari jumlah sampah yang dihasilkan Kota Jogja. Dari jumlah tersebut, sampah yang dihasilkan sekitar 26,9 ton per hari. “Disdag mengelola 29 pasar [pasar rakyat], dan kami harus mengelola sampah sendiri, di luar Dinas Lingkungan Hidup Jogja [sampah pasar tidak dikelola DLH]. Jadi sampah pasar tidak dikelola DLH, tapi dikelola sendiri oleh Disdag Jogja. Oleh karena itu kami punya kewajiban untuk melakukan zero sampah anorganik,” kata Veronica.
Selain itu, surat edaran Penjabat Wali Kota Jogja terkait gerakan zero sampah anorganik 2023 juga mendorong Disdag Jogja semakin gencar melakukan pengelolaan sampah di pasar rakyat.
“Supaya kami memulai gerakan nol sampah anorganik 2023 mulai dari hulu. Mulai 2023 harapan kami pedagang terlibat aktif dalam pemilahan sampah, khususnya anorganik,” katanya.
Saat ini, sampah anorganik telah dikelola 20 bank sampah yang ada di pasar rakyat Kota Jogja. Vero mengharapkan peran serta paguyuban pedagang pasar, koordinator pasar dan petugas kebersihan pasar rakyat untuk mewujudkan zero sampah anorganik.
“Dari pemilihan tersebut, dari 26,9 ton itu [perkiraan sampah pasar yang dihasilkan per hari], kami mampu memilah kurang lebih 9 ton [per hari]. Kira-kira masih ada 17 ton [per hari] yang kami buang ke TPA [TPA Piyungan]. Oleh karena itu kami harus mulai mengurangi 17 ton sampah, mulai dari sekarang,” katanya.
BACA JUGA: Kurangi Sampah Anorganik, Armada Pengangkut Sampah di Jogja Ditambah
Vero mengampaikan imbauan untuk mengurangi penggunaan sampah anorganik, seperti kantong kresek, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum keluarnya surat edaran mengenai gerakan nol sampah anorganik.
Sugeng Darmanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja mengharapkan pemilahan sampah pasar dapat dilakukan mulai dari pedagang pasar. “Harapannya ketika ada sampah yang diproduksi di pasar, ketika masih bercampur [sampah organik, anorganik, dan residu] sudah bisa dilakukan pemilahan. Pertama, kalau ada bank sampahnya melakukan aktivitas itu [memilah sampah] juga bagus, kemudian yang kedua kalau pedagangnya sudah memulai pemilahan,” kata Sugeng.
Radio pasar yang ada di Pasar Beringharjo pun akan digunakan untuk sosialisasi himbauan untuk mengurangi sampah anorganik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.