Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Foto ilustrasi./Antara Foto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul diguncang gempa Bumi dengan magnitudo 3,0 pada Kamis (22/12/2022) sekitar pukul 12.58 WIB. Meski demikian, banyak warga yang tidak merasakan aktivitas kegempaan ini.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa berada 8.98 lintang selatan dan 110.36 bujur timur atau berada di sisi barat daya Gunungkidul dengan jarak sekitar 113 kilometer. Adapun pusat gempa berada di kedalaman sekitar 24 kilometer.
Salah seorang warga Wonosari, Heri Prastawa, mengaku tidak merasakan gempa yang terjadi di wilayah Gunungkidul. Ia mengetahui kabar ini melalui media sosial.
“Saya sedang ngobrol dengan teman, saat buka gawai tahu-tahu ada informasi gempa di Gunungkidul. Jadi, memang saya tidak merasakannya,” katanya, Kamis siang.
Hal senada diungkapkan oleh Hendro, salah seorang warga Kalurahan Karangduwet, Paliyan. Informasi gempa diterima lewat pesan berantai dari grup WA.
Meski lokasinya berada di wilayah Gunungkidul, ia mengaku tidak merasakan adanya getaran gempa di rumahnya. “Kebetulan sedang di rumah, tapi tidak ada getaran sama sekali,” katanya.
BACA JUGA: Dentuman Keras pada Kamis Siang di Gunungkidul Masih Jadi Misteri
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Gunungkidul Agus Wibawa Arifianto membenarkan adanya aktivitas kegempaan di kawasan Gunungkidul. Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan dari BMKG.
Meski demikian, ia mengakui gempa ini tidak dirasakan oleh masyarakat. selain itu, juga tidak ada laporan kerusakan berkaitan dengan kejadian tersebut. “Belum ada laporan berkaitan dengan kerusakan akibat gempa ini,” katanya.
Dia menambahkan alat deteksi gempa di Gunungkidul sudah ada yang terpasang. Salah satunya berada di gedung BPBD Gunungkidul. “Pada saat gempa akan ada deteksi dan secara otomatis mengirimkan data yang terekam ke BMKG,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.