TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Sebuah perahu membawa penumpang sedang menyusuri area Telaga Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Foto diambil Selasa (21/12/2022)/Harian Jogja-David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Telaga Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu menjadi salah satu destinasi wisata di Gunungkidul, khususnya di sektor tengah. Pada saat malam pergantian tahun, destinasi ini tetap buka dengan menyajikan acara kenduri serta pentas musik.
Lokasi Telaga Jonge berada di sisi timur atau berjarak sekitar 46 kilometer dari pusat Kota Jogja. Akses menuju ke lokasi sudah baik karena kondisi jalannya relatif bagus dan beraspal.
Telaga dengan luas 3.700 meter persegi ini tak pernah mengering. Destinasi ini menawarkan pemandangan alam. Airnya jernih dan di sekelilingnya banyak tumbuh pohon sebagai perindang.
Pengunjung yang datang bisa berkeliling lewat pinggiran telaga. Jika bosan, bisa menyewa perahu yang disediakan pengelola untuk menyusuri setiap jengkal di telaga.
Selayaknya destinasi wisata lainnya, di tempat ini juga sudah mempersiapkan acara untuk menyambut tahun baru. Nantinya saat malam pergantian tahun diadakan pentas musik dan acara kenduri.
Salah seorang pengelola wisata di Telaga Jonge, Budi Raharjo mengatakan, tidak ada tiket masuk ke telaga. Pasalnya, pengunjung hanya diwajibkan membayar uang parkir.
Untuk kendaraan roda empat atau mobil dibebankan tarif Rp5.000 dan sepeda motor Rp3.000 untuk sekali parkir. “Dengan hanya bayar parkir, pengunjung bisa menikmati suasana di Telaga Jonge sepuasnya,” kata Budi, Senin (26/12/2022).
Menurut dia, saat malam baru juga ada kesepakatan antar pedagang untuk tetap buka. Ini berarti pengunjung bisa menikmati berbagai olahan kuliner yang disajikan para pedagang.
“Mudah-mudahan ramai dan malam tahun baru bisa meriah,” katanya.
BACA JUGA: Rumah Jaksa KPK di Jogja Disatroni Maling, yang Hilang Cuma Laptop
Lurah Pacarejo, Suhadi mengatakan, sejak dibuka sebagai obyek wisata di 2018 lalu, banyak yang berkunjung. Tercatat dalam kurun waktu satu tahun ada sekitar 85.000 pengunjung yang mendatangi Telaga Jonge.
“Telaga Jonge cukup membantu dalam upaya menggerakan roda perekonomian warga,” kata Suhadi.
Menurut dia, pengunjung tidak hanya disuguhkan tentang panorama alam. Melainkan, sambung Suhadi, bagi yang hobi mancing juga bisa memancing di telaga ini. “Stok ikannya melimpah dan bisa dipancing,” katanya. (David Kurniawan)
Foto,
Sebuah perahu membawa penumpang sedang menyusuri area Telaga Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Foto diambil Selasa (21/12/2022)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.