Lomba Lukis DIY-Kyoto Digelar di Sleman, 20 Pelajar Jadi Wakil DIY
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Ceceran sampah di Pantai Parangtritis./Harian Jogja-Dwi Cahyanti
Harianjogja.com, BANTUL — Selama libur Natal dan Tahun Baru, sampah di kawasan Pantai Parangtritis diprediksi akan mencapai 90 ton. Hal tersebut mengacu pada jumlah sampah yang dihasilkan di periode yang sama tahun lalu.
Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Parangtritis-Depok Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Suranta, mengatakan bahwa pihaknya mengangkut sampah hingga 18 truk dengan tiap truk membawa bebas 5 ton.
“Itu sampah selama satu bulan. Waktu itu kami kerja sama dengan DLH Bantul dan pengangkutan sampahnya dilakukan pada 3 Januari 2022,” kata Suranta, Jumat (30/12/2022).
Menjelang Tahun Baru 2023, kata Suranta, pihaknya telah siap untuk menjaga kawasan agar tetap bersih dari sampah. Dia menjelaskan telah memperbaiki sarana-prasarana seperti Motor Viar yang mengalami kerusakan sehingga dapat digunakan selama dan setelah perayaan tahun baru.
“Kami kemarin sudah memperbaiki kendaraan pembantu seperti Viar. Sampah di Parangtritis sampai Depok itu sebenarnya lebih banyak hasil kiriman. Persentasenya, sampah dari pengunjung itu hanya 30 persen sementara sampah kiriman mencapai 70 persen,” katanya.
BACA JUGA: Sampah Masih Jadi Momok, Pelaku Wisata di Sleman Diminta Kelola Sampah
UPK Parangtritis-Depok memiliki satu truk, satu loader, dan lima VIAR.
Sementara itu, Koordinator UPK Samas-Pandansimo, Suta Akhir, mengatakan sampai yang dihasilkan pengunjung dan warung dari Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo akan mencapai 20 ton. “Sedangkan sampah laut, mengingat ini sedang musim hujan, diperkirakan akan mencapai 10 truk lebih atau 40 ton lebih,” kata Suta dihubungi pada Jumat, (30/12/2022).
Dibanding dengan Kawasan Parangtritis-Depok, UPK Samas-Pandansimo hanya memiliki tiga motor Viar yang dibagi untuk tiga blok. Selain itu, UPK tersebut belum mempunyai truk untuk mengangkut sampah yang ada.
Kata Suta, pihaknya masih mengandalkan VIAR. Bahkan, untuk beberapa keperluan, UPK Samas-Pandansimo masih meminjam dari UPK Parangtritis-Depok.
Tegasnya, gergaji mesin dan satu VIAR kondisinya sudah rusak. Sekarang, Suta sedang mengajukan untuk mendapat gergaji mesin baru. Selain itu, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara hanya ada di dua tempat yaitu Pantai Pandansimo dan Samas. Sehingga sampah dari kawasan pantai lain akan dijadikan satu di dua TPS tersebut.
Adapun total personel yang ada di UPK Samas-Pandansimo hanya ada 10 orang. “Itu masih terhitung kurang. Tetapi kami sudah meminta tambahan personil untuk PHL [Pekerja Harian Lepas] tetapi masih belum bisa dilakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Pemerintah mengoperasikan 52 pesawat untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.