Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Kondisi jalan yang ambles di Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, Jumat (6/1/2022). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam memperbaiki jalan ambles di Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul. Bupati masih menunggu rekomendasi pakar dari Universitas Gadjah mada (UGM) dalam memperbaiki jalur menuju destinasi wisata Srikemenut tersebut karena kontur tanah yang rawan ambles.
Menurut Bupati, jalan ambles di Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, itu sudah sering terulang, bahkan lebih dari tiga kali ambles dan lebih dari tiga kali perbaikan yang menyedot banyak anggaran. Sehingga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) diminta tidak terburu-buru membangun lagi jalan tersebut.
BACA JUGA : Baru Diperbaiki, Jalan Srikeminut Ambles Lagi, Begini
“Kami minta Dinas PUPKP sudah jangan terburu-buru, nanti tidak tepat lagi,” katanya, Sabtu (7/1/2023). Jalan menuju objek wisata Srikemenut yang amblas sepanjang 50 meter pada Kamis (29/12/2022) lalu itu semakin mengkhawatirkan. Retakan jalan yang kemudian disusul ambles kian terlihat menganga dan cukup berbahaya jika di lewati kendaraan, meskipun sepeda motor.
Sejumlah pihak menduga ada aliran air bawah tanah yang membuat jalan tersebut ambles. Sebab jalan tersebut sering diperbaiki namun kembali ambles. Karena itu untuk membangun kembali jalan itu perlu kajian khusus yang melibatkan para pakar. Halim mengaku sampai saat ini masih menunggu rekomendasi pakar geologi, geografi, dan teknik sipil dari UGM yang sudah meninjau lokasi beberapa waktu lalu.
Para pakar tersebut akan bekerja selama dua pekan. “Para pakar nanti akan ngebor jalan sedalam 30 meter untuk mengetahui ada apa di dalamnya? Apakah ada sungai bawah tanah yang terus menggempur tanah. Maka, saya minta DPUPKP tidak tergesa-gesa [membangun jalan] nanti tak tepat lagi,” ujarnya.
BACA JUGA : Jalan Wisata Srikeminut Bantul Ambles, Lurah Sriharjo Minta
Menurut Halim, jika memang hasil kajian itu nantinya membangun kembali jalan di tempat semula tidak tepat, maka ada kemungkinan untuk menggeser terase jalan atau membuat jembatan di jalur tersebut agar gerakan tanah tidak mengganggu. “Kalau itu harus dilakukan ya apa boleh buat?” ucapnya.
“Bagaimana lalu-lintas masyaraka? Ya kita buatkan jalan alternatif meski tidak bisa dilalui mobil. Ya memang harus sabar masyarakat. Makanya saya putuskan jangan dibangun lagi, kalau rusak lagi malah repot. Ini kan sudah berkali-kali kejadiannya,” tandas Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Kapolri Suyudi Ario Seto langsung melakukan mutasi 88 personel setelah dilantik. Sebanyak 23 Pati juga bergeser dan sejumlah Kapolda berganti.
KemenPPPA menegaskan anak terduga pelaku dan anak saksi dalam kasus perundungan hingga tewas di Pemalang tetap harus mendapat perlindungan.
Pemkab Bantul memperpanjang kontrak 3.325 P3K paruh waktu. Sebanyak 10 pegawai tak diperpanjang karena pensiun, mengundurkan diri, kinerja, dan meninggal.
KPK masih menunggu kedatangan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.