DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Pembangunan jembatan bambu di Karangtengah, Imogiri, Bantul./Istimewa-Kalurahan Karangtengah
Harianjogja.com, BANTUL—Dua padukuhan di Kalurahan Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Bantul, yaitu Magersari dan Pucunggrowong, gotong royong membangun jembatan bambu sejak Minggu (8/1/2023). Jembatan baru dibangun setelah hancurnya tebing Jembatan Pucunggrowong beberapa waktu lalu.
Lurah Karangtengah, Haryanto, mengatakan pembangunan jembatan bambu yang memakan anggaran Rp15 juta tersebut diperkirakan selesai dalam waktu tiga pekan. Jembatan tersebut terletak 25 meter di bagian selatan Jembatan Pucunggrowong.
“Pembangunan dilakukan secara swadaya. Jembatan bambu ini lebarnya 1,6 meter. Terus, jembatan ini juga tidak bisa dilewati mobil. Cuma untuk kendaraan roda dua saja,” kata Haryanto saat dihubungi melalui ponsel pada Selasa (10/1/2023).
Sementara itu, Dukuh Pucunggrowong, Suhut Nugraha, mengatakan pembangunan jembatan yang melintang dari timur ke barat tersebut harus menebang beberapa pohon agar kendaraan dapat masuk.
BACA JUGA: Ada Mata Air, Underpass Kentungan Sempat Banjir meski Tidak Hujan
“Kami harus membuka lahan atau mbabat alas. Tapi cuma sedikit soalnya sudah ada landasannya. Terus untuk bahan jembatan seperti bambu, sebagian dari swadaya milik warga sedangkan untuk paku, besi, dan bahan lain itu beli. Bambu petung itu beli, kalau yang bambu ori punya warga,” kata Suhut, Selasa..
Penggunaan jembatan tersebut nantinya akan menggunakan sistem buka-tutup mengingat lebar dan faktor keamanan. Ada lima RT di Pucunggrowong dan empat RT di Magersari.
Sebelumnya, tebing Jembatan Pucunggrowong Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul hancur pada Kamis, 29 Desember 2022 setelah hujan deras. Akibatnya, jembatan tersebut ditutup sementara agar tidak ada orang yang dapat melintas. Dinas PUPKP, BPBD, Bappeda, dan Bupati Bantul juga telah meninjau jembatan tersebut.
Menurut Kepala DPUPKP, Aris Suharyanta, perbaikan Jembatan Pucunggrowong akan menggunakan belanja tidak terduga (BTT). Apabila jembatan tersebut diganti total, kisaran anggaran yang dibutuhkan akan mencapai Rp3 miliar. Sementara apabila hanya diperbaiki di bagian yang rusak, setidaknya akan menghabiskan anggaran hingga Rp1 Miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda penting bagi transformasi ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara)
Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, terjual Rp600 miliar dalam lelang amal. Harganya 35 kali lipat dari harga normal.
Antusiasme masyarakat terlihat saat mengunjungi Stand RSUD Saras Adyatma dalam Bantul Creative Expo 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul.